TUBAN (RadarJatim.id) — Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum-HAM) memberikan bekal penguatan layanan kekayaan intelektual berbasis teknologi informasi, Selasa (11/1/2022). Pembekalan dalam bentuk bimbingan teknis (Bimtek) itu diikuti para pejabat, kepala sekolah dan guru di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Jatim.
Bertempat di aula IAI Nadlatul Ulama Tuban Jl. Manunggal 10-12 Sukolilo, Tuban, Bimtek menghadirkan Dr Sucipto, SH, MH, Direktur pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkum-HAM sebagai pembicara kunci (keynote speaker) dan membuka secara resmi acara itu. Sementara nara sumbernya adalah Prof Dr M. Arskal Salim G.P., MAg, Kepala Pusat Litbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama juga Stefanus Leonardo, yang lebih banyak menyampaikan teknis dan tata cara pengajuan pencatatan hak cipta dan lisensi.
Kegiatan selama dua hari itu diikuti oleh 112 peserta yang telah menerbitkan sejumlah karya dalam bentuk buku, kitab, karya terjemahan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Tuban. Acara itu memberikan kesempatan kepada peserta untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas diri bersama DJKI Kemenkumham.
Sebagai salam pembuka, Kepala Kantor Kemenag Tuban, Drs H Sahid, MM menyampaikan terimakasih dan selamat datang kepada DJKI yang telah memberikan kepercayaan dan berkolaborasi dengan Kemenag Tuban melalui kegiatan bertajuk Bimtek. Acara itu, katanya, sebagai penghargaan atas kekayaan intelektual atas ratusan buku, kitab, karya terjemahan hasil dari pejabat dan guru di lingkungan Kemenag Tuban.
Sucipto mengatakan, apa yang dilakukan DJKI pada tahun 2022 sebagai Tahun Hak Cipta, merupakan program berkelanjutan setalah program sebelumnya, yakni 6 solusi IT dalam pelayanan kekayaan intelektual. Dikatakan, program DJKI juga upaya mendukung program Presiden Joko Widodo atas kebijakan perlindungan hak kekayaan intelektual.
Sementara bagi Kemenkum-HAM, hal itu merupakan program andalannya, yakni peningkatan SDM berkualitas dan berdaya saing, revolusi mental dan pembangunan kebudayaan, memperkuat stabilitas polhukhankam dan transformasi pelayanan publik.
Ia berharap, apa yang diciptakan oleh guru-guru Kemenag Tuban dan hasil inovasi siswanya, ke depan juga memiliki nilai ekonomis, karena telah besertifikat.
Sementara Prof M. Arskal Salim mengatakan, literasi tidaklah sebatas membaca, menulis dan numerasi. Namun, literasi juga berupa kecakapan berbahasa, juga kecakapan menggunakan informasi. Karena itu, masyarakat Indonesia termasuk guru di lingkungan Kemenag, harus memiliki empat kecakapan era digital. Keempatnya berupa nalar kritis, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, kolaborasi.
Bimtek dilengkapi oleh nara sumber ketiga, yakni Stefanus Leonardo, yang lebih banyak menyampaikan teknis terkait tata cara pengajuan pencatatan hak cipta dan lisensi. (zid)







