SIDOARJO (Radarjatim.id) Dialah Cigaretto Deria Siswanto siswa SMAN 1 Sidoarjo yang sangat istimewa prestasinya. Bocah kelahiran, Surabaya 14 Maret 2006 ini waktu di SMPN 1 Sidoarjo ditempuh dua tahun, begitu juga di SMAN 1 Sidoarjo juga ditempuh dalam dua tahun, kini (tahun 2022) ini dia sanggup daftar di 8 universitas.
Tujuh diantaranya universitas luar negeri dan satu di ITB. Pada 29 Maret lalu dirinya diterima di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada 25 Februari lalu diterima di Universiti of Birmingham Inggris. Pada 8 Maret diterima di Newcastle University di Inggris dan 1 April diterima di University of New South Wales Australia.
Semuanya diterima pada jurusan computer science. “Empat kampus lainnya yang di luar negeri belum pengumuman, mungkin akhir April atau Mei. Yakni di Nanyang Technology University Singapura, Nanyang University Singapura, University of Melbourne dan University of Sidney,” ungkap Ziga_sapaan akrabnya.
Ziga menyebut tidak sembarangan ikut tes kampus di luar negeri. “Saya memilih kampus top 50 atau ranking 50 terbaik di dunia. Saya ingin menunjukkan kalau saya bisa. Semacam challenge ke diri sendiri, membuktikan kalau mampu bersaing hingga luar negeri. Dan ternyata bisa, walaupun prosesnya memang tidak mudah,” ujarnya.
Ia rela ikut berbagai kursus dan les bahkan hingga ke Surabaya. Selain itu, prestasi di kelas juga harus dipertahankan agar selalu baik. Sebab, dokumen persyaratan yang dilampirkan salah satunya adalah raport. “Paling kecil nilai di rapor saya itu 92,” jelasnya.
Ziga menyebut ada dua proses seleksi masuk kampus luar negeri. Pertama, dokumentasi. Meliputi nilai raport, nilai IELTS dan juga dokumen tambahan sesuai permintaan kampus. Dirinya mengejar agar nilai seluruh persyaratan itu tinggi. Kedua, tes akademik. Meliputi menyelesaikan soal sesuai jurusan yang diambil. “Kalau saya kan computer science, tesnya itu fisika dan matematika dengan soal berbahasa Inggris, “ kata Ziga sambil otak-atik labtopnya.
Lanjutnya, meskipun sudah diterima di tiga kampus, dirinya berharap juga diterima di empat kampus lainnya. “Sebab meskipun diterima, tidak masalah jika nantinya tidak diambil. Tidak ada blacklist. Sementara ini masuk ke ITB dulu. Namun, tidak menutup kemungkinan jika nantinya akan pindah ke kampus luar negeri. Waktu masuk ajaran barunya berbeda,” pungkas Ziga.
Tahun ini, prestasi SMA Negeri 1 Sidoarjo terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Terbukti tahun 2022 ini, sebanyak 105 siswa masuk PTN (Perguruan Tinggi Negeri) melalui jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) 2022/2023.
Kepala SMAN 1 Sidoarjo Dr. Eko Redjo Sunariyanto, S.Pd M.Pd sangat merasa bangga bisa mengantar siswanya lolos di beberapa perguruan tinggi ternama. “Upaya sekolah juga luar biasa. Ada pendampingan akademik, pemetaan potensi siswa dan lainnya,” katanya.
“Saya berharap capaian siswa kelas XII ini jadi inspirasi adik-adik kelasnya maupun orang tua siswa. Termasuk prestasi Ziga ini sangat luar biasa, semoga menginspirasi siswa yang lain. Tidak hanya siswa SMAN 1 tetapi juga siswa-siswa yang liannya,” harap Pak Eko_sapaan sehari-harinya.(mad)







