Mojokerto (radarjatim.id) – Ratusan personel dari unsur TNI, Polri, Pemda, hingga masyarakat umum di Kabupaten Kediri, Jawa Timur disiagakan untuk menghadapi bencana alam. Mereka dibekali kemampuan penanggulangan bencana alam yang sewaktu-waktu bisa datang dalam latihan gabungan, Senin (2/12/2019).
Selama berlangsungnya prosesi latihan itu, beberapa pesan ditekankan oleh Danrem 082/CPYJ Mojokerto Arm Kolonel Ruly Candrayadi. Di antaranya, tentang pentingnya komunikasi dan sinergitas antarinstitusi.
“Indonesia kan memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografi yang sangat memungkinkan terjadinya bencana alam. Maka dari itu, latihan ini kita gelar di Kabupaten Kediri. Sebab, wilayah ini cenderung berpotensi terjadinya bencana alam,” ujar Kolonel Ruly, ditemui usai memimpin apel upacara penanggulangan bencana alam.
Latihan kali ini, ujar Danrem, merupakan bentuk kepedulian TNI-AD, khususnya di jajaran Korem 082/CPYJ Mojokerto, sebagai Satuan
Komando Kewilayahan.
“Anggota Korem, harus turut berperan aktif dalam membangun sistem pertahanan negara melalui misi kemanusiaan dengan membantu masyarakat yang terkena musibah. Itu sesuai UU TNI nomor 34 tahun 2004 tentang OMSP,” jelasnya. (rem/red)





