SIDOARJO (RadarJatim.id) – Pengusaha Media Siber (Permesi) Sidoarjo menggelar workshop bertajuk “Mencegah Bahaya Hoax dan Menangkal Kejahatan Cyber” diruang Delta Karya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, Selasa (14/03/2023).
Novi Dian Savitri, Ketua Permesi Sidoarjo mengatakan bahwa dunia siber sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat di era digital seperti saat ini.
Dikatakan oleh Novi bahwa ada banyak manfaat yang bisa dituai dari modernisasi tersebut, namun tak kurang juga yang justru tertimpa masalah karenanya.
“Sudah banyak contohnya ya, dan kita semua sudah tahu soal itu. Karena itu yang perlu dilakukan saat ini adalah lebih bijak lagi dalam pemanfaatannya,” katanya.
Diungkapkan oleh Novi bahwa ada hal lain juga yang perlu diperhatikan adalah potensi-potensi bahaya yang bisa saja timbul dari aktivitas di dunia maya tersebut.
“Dan yang lebih penting lagi adalah bagaimana cara mengantisipasi, mencegah serta mengatasinya,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini akan lebih sering dilakukan oleh pihaknya sebagai aksi kampanye kepada seluruh lapisan masyarakat diwilayah Kabupaten Sidoarjo agar sadar dan bijak dalam penggunaan media sosial (medsos) atau dunia maya.
Ditambahkan oleh Novi bahwa aksi kampanye terkait bahaya hoax dan siber ini akan lebih digencarkan kepada kaum milenial bahkan sampai ke anak-anak dibawah umur.
“Mungkin kami akan melakukan kegiatan seperti ini ke sekolah-sekolah dulu, baru kemudian ke kelompok masyarakat umum lainnya. Menurut saya ini penting, karena edukasi tersebut harus dilakukan lebih masif lagi ke semua lapisan masyarakat, termasuk keluarga,” tambahnya.
Sementara itu, H. Dhamroni Chudlori, Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo yang hadir sebagai salah satu narasumber menuturkan bahwa penanggulangan bahaya dari dunia maya bagi anak-anak tidak lepas dari peran serta orang tua.
“Terkadang kita sebagai orang tua lalai dalam mengawasi anak-anak saat sedang menggunakan gawai atau gadget,” tuturnya.
Padahal menurut politisi asal Kecamatan Tulangan itu, dari gawai atau gadget tersebut dapat mengakses banyak informasi atau situs-situs yang tidak seharusnya dikonsumsi oleh anak-anak dibawah umur.
Dalam kegiatan yang diikuti kurang lebih 50 orang peserta tersebut, Permesi Sidoarjo menghadirkan beberapa narasumber. Selain H. Dhamroni Chudlori, ada juga Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Sidoarjo H. Rojik, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sidoarjo Idham Kholid serta staf Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sidoarjo Fahmi Wahid Budiarto. (mams)







