SIDOARJO (RadarJatim.id) Gabungan kelompok tani (Gapoktan) Desa Sidokepung Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo mengeluh pengairan untuk sawah mereka terkendala. Hal ini setelah mesin diesel pompa air untuk mengaliri 32 hektar lahan pertanian di desa tersebut hilang dicuri.
Ketua Gapoktan Sidokepung, Sukisno sudah melaporkan kondisi hilangnya mesin pompa air tersebut ke pihak desa hingga laporan ke polsek setempat. Selama belum ada pengganti mesin diesel pompa air, para petani kesulitan air dan masa panen padi di tahun ini terancam gagal panen.
“Kebutuhan kita (air untuk sawah,Red) saat ini urgent karena sebagian besar sawah kekeringan. Petani saat ini waktunya matun, dilahan kita sudah kekeringan. Kalau kondisinya seperti ini terus, petani terancam gagal panen padi,” ujar Sukisno, Jumat (9/06/2023).
Atas keluhan tersebut dan mencari solusi, pihaknya bersama para petani sepakat mengadukan nasib mereka ke bapak petani Sidoarjo, Ir H Bambang Haryo Soekartono (BHS). Harapannya, agar aspirasi mereka bisa segera dicarikan jalan keluarnya.
“Kami memang minta bantuan Bapak BHS, karena kita anggap sebagai bapak kita sendiri. Kita ini (Petani,Red) nangis, tolong ikut dipikirkan nasib petani,” tambahnya.

Atas keluhan Gapoktan Desa Sidokepung, Bapak Petani Sidoarjo Ir. H Bambang Haryo Soekartono langsung meninjau lokasi. Pihaknya merespon cepat karena menilai pertanian adalah produksi pangan yang merupakan kebutuhan pokok. Mengingat, sektor pertanian hal yang sangat penting untuk produksi pangan, yang menjadi kebutuhan pokok dari masyarakat.
“Saya akan memberikan satu generator untuk petani, sesuai kebutuhan para petani 20 pk. Saya harapkan lahan pertanian ini bisa teratasi airnya, agar musim tanam ini tidak terkendala,” ungkap Ir H Bambang Haryo Soekartono, yang juga Dewan Pakar DPP Partai Gerindra.
Ditegaskan bahwa sektor pertanian harus mendapatkan perhatian, sebab produksi pangan lewat petani ini adalah pemicu pertumbuhan ekonomi yang sangat luar biasa. Dimana dari beras menjadi nasi kemudian muncul lauk dan sebagainya.
Pihaknya juga sudah meminta kepihak BBWS untuk tetap menjaga aliran sungai agar tetap melimpah. Dimana saat ini di sungai tak jauh dari area persawahan petani Sidokepung, pasokan airnya sudah bagus, namun untuk sungai sekunder untuk memasukkan air ke sawah, terkendala mesin pompa air petani yang hilang.
Sementara itu, Moch. Sujayadi, Sekretaris DPC Gerindra Sidoarjo sependapat dengan Bapak BHS dan menegaskan sudah seharusnya nasib petani diperhatikan. Termasuk lahan pertanian yang ada di Sidoarjo juga harus dipertahankan untuk menunjang produksi pangan agar tidak terus terjadi alih fungsi lahan pertanian. (RJ01)







