BANYUWANGI (RadarJatim.id)–Pengukuran Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2023 telah menunjukkan hasil bahwa Desa Setail Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mendapatkan peringkat skor tertinggi di antara seluruh desa se-kabupaten Banyuwangi.
Hal ini secara otomatis menggeser Desa Genteng Kulon yang sebelumnya sempat di kunjungi Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar dalam rangka penyerahan penghargaan sebagai desa dengan skor tertinggi IDM secara nasional pada 2022 yang lalu.
Pergeseran skor IDM tersebut disampaikan oleh Arif Wijaksana selaku Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Banyuwangi, pada Jumat 16 Juni 2023. Dirinya mengatakan, adanya perpindahan lokasi SLB dari Genteng Kulon ke Setail menambahkan skor bagi Desa Setail.
“Perubahan peringkat ini berdasarkan hasil verifikasi dan validasi yang menunjukkan adanya Sekolah Luar Biasa atau SLB di Desa Setail. Sedangkan tahun 2022, SLB tersebut berlokasi di Desa Genteng Kulon,” kata Arif, Jumat (16/6/2023).
Selanjutnya Arif menerangkan bahwa pengukuran IDM meliputi indeks komposit yang dibentuk berdasarkan tiga indeks. Yaitu indeks ketahanan sosial dengan 175 indikator, indeks ketahanan ekonomi dengan 60 indikator, serta indeks ketahanan ekologi/lingkungan dengan 15 indikator.
“Setiap indikator memiliki skor yaitu 0 sampai 5. Dengan teknik penghitungan nilai IDM = IKS+IKE+IKL lantas dibagi 3. Dalam indikator juga terbagi beberapa kewenangan pusat, provinsi, kabupaten dan desa. Artinya terkait pengukuran memprioritaskan pelayanan dasar masyarakat desa,” terangnya.
Arif juga menjelaskan, proses pengukuran IDM ini telah dilakukan secara berjenjang oleh perangkat desa dengan difasilitasi pendamping lokal desa. Kemudian diverifikasi dan validasi oleh camat dibantu pendamping desa. Tahapan terakhir, verifikasi dan validasi ditingkat kabupaten oleh DPMD, Bappeda, dan TAPM.
Dari keterangan Arif, secara agregrat skor IDM kabupaten Banyuwangi meningkat. Pada tahun 2022, terdapat 51 desa berstatus desa maju. Kemudian tahun 2023 ini, 24 desa naik dari status desa maju menjadi desa mandiri. Sehingga terdapat 162 desa berstatus desa mandiri, 27 desa berstatus desa maju.
“Semua ini tidak lepas peran berbagai pihak, terutama pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang mengapresiasi desa dalam peningkatan IDM tahun 2022, sehingga menjadikan motivasi desa pada 2023 sekarang,” ujarnya.
Senada dengan Arif, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Banyuwangi,
Ahmad Faishol NS, menambahkan, meskipun skor IDM Desa Genteng Kulon tahun ini menurun sedikit, namun tidak sampai merubah status desa semula, yakni tetap berstatus desa mandiri.
Pihaknya juga berterima kasih kepada berbagai pihak terkait, terutama kepada jajaran pendamping desa yang senantiasa bersinergi dengan DPMD. Faishol berharap, agar pemerintah desa dan masyarakat selalu punya perencanaan pembangunan berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan.
“Harapan kami secara berkelanjutan ke depan, desa punya clue di dalam perencanaan pembangunannya dengan memperhatikan 3 sektor indeks IDM. Desa harus cerdas merencanakan pembangunan bukan berdasarkan keinginan tapi berdasarkan kebutuhan,” tandasnya. (hsn)







