SIDOARJO (RadarJatim.id) – Olahraga berkuda dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VIII tahun 2023 ini menjadi salah satu cabang yang baru dipertandingkan dalam event dua tahunan tersebut.
Zahlul Yussar, Plt Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Sidoarjo mengatakan bahwa cabang olahraga (cabor) berkuda sukses mendulang medali terbanyak dalam Porprov Jatim VIII kemarin.
“Meskipun menjadi satu-satunya cabor yang baru dipertandingkan. Namun kami menyabet medali terbanyak bahkan menjadi juara umum,” kata Zahlul Yussar, Selasa (19/09/2023).
Seluruh kategori yang dipertandingkan disabet oleh atlet berkuda dari Kabupaten Sidoarjo. Kategori Pacuan Berkuda mampu menyabet medali 1 emas dan 1 perak, Panahan Berkuda 3 perak dan 1 perunggu, serta yang terbanyak yaitu kategori equestrian dengan 7 emas, 4 perak dan 3 perunggu.
Pria yang saat ini masih menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo itu mengungkapkan cabor berkuda merupakan sejarah bagi Kabupaten Sidoarjo.
Karena cabor berkuda ini baru dipertandingkan dalam ajang Porprov Jatim, dan Kabupaten Sidoarjo menjadi salah satu tuan rumah dalam Porprov Jatim VIII tahun 2023 ini.
“Ini merupakan sejarah baru, karena ini kali pertama berkuda masuk dalam cabor Porprov Jatim,” ungkapnya.
Bagi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Sidoarjo itu bahwa prestasi yang telah diraih dalam ajang Porprov Jatim VIII Jatim tersebut merupakan buah kerja keras dari semua atlet, pelatih dan jajaran official lainnya.
Diakui oleh Yussar bahwa 25 atlet dan 5 orang pelatih dari cabor berkuda ini, sebagian besar dari Yussar Horse Club yang berdomisili di Kecamatan Tanggulangin.
“Untuk jajaran atlet dan pelatih, bahkan kudanya dari Yussar Horse Club,” akunya.
Menurut Yussar bahwa dalam ajang Porprov Jatim VIII ini, Pordasi Sidoarjo mematok target medali 12 emas. Namun target tersebut tidak terpenuhi karena beberapa faktor, salah satunya Pordasi Sidoarjo sibuk mempersiapkan venue pertandingan. Sehingga sehingga kurang dalam persiapan atlet dan kudanya dalam menghadapi pertandingan.
Keadaan tersebut justru berbeda dengan kontingen dari daerah-daerah lainnya yang hanya fokus mempersiapkan atlet dan kudanya saja sehingga lebih maksimal dalam menghadapi pertandingan.
“Konsentrasi kita terpecah, karena masih harus mempersiapkan venue. Sehingga atlet dan kuda persiapannya belum maksimal. Tapi dengan kita keluar juara umum ini sudah prestasi yang luar biasa,” terangnya.
Ia berharap cabor berkuda untuk terus dipertandingkan dalam setiap pagelaran Porprov Jatim. Karena Jatim, khususnya Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi yang sangat bagus dalam mencetak prestasi olahraga berkuda.
“Kami sangat berharap (olahraga, red) berkuda ini terus dilanjutkan, karena potensi prestasi dari atlet Jawa Timur sangat luar biasa,” pungkasnya. (mams)







