SIDOARJO (RadarJatim.id) — Setelah mengetahui adanya peringatan dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Juanda Sidoarjo, tentang peningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan, efek dari fenomena El Nino, berakibat musim kemarau lebih ekstrem, panas dan kering berkepanjangan.
Melihat kondisi tersebut, Keluarga Besar SMP Muhammadiyah 2 Taman (Spemduta) Sidoarjo melaksakan Shalat Istisqa, sebagai bentuk ikhtiar memohon kepada Allah agar segera diturunkan hujan, pada (11/10/2023) di halaman sekolah.
Kepala Spemduta Drs Zainal Arif Fakhrudi MM mengatakan, kita sudah merasakan dampak dari cuaca yang sangat ekstrem ini, bahkan di beberapa daerah banyak terjadi kebakaran dan kekeringan. “Sehingga hari ini anak-anak kita ajak untuk praktik langsung, dari pembelajaran di kelas tentang shalat Istisqa atau shalat meminta hujan,” ajaknya.
Seusai shalat Istisqa dilanjutkan dengan khotbah dan doa bersama yang dipimpin oleh Ahmad Kasir Muzzamil SHI MPdI, guru Ismuba Spemduta.

Pada khotbah pagi itu, siswa dianjurkan untuk mempelajari surah al-Isra’ ayat 70 tentang kemuliaan manusia. “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan,” dalam tausiyahnya.
Dia menjelaskan, ayat ini mengajarkan kita untuk mensyukuri potensi yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Taala dalam mengelola alam ini, sebagai panduan dalam meniti kehidupan yang rukun dan damai dalam bermasyarakat. “Untuk menjaga ketauhidan kita sebagai umat Muslim, di bawah terik matahari mari kita berdoa menengadah kepada Allah, karena sesungguhnya hanya kepada Allah kita memohon pertolongan,” pintanya.
Aisha Kirani Putri, siswi Kelas Excellent, menyampaikan harapannya, dengan shalat dan berdoa meminta perlindungan kepada Allah dari kekeringan dan kepanasan. “Kebetulan ini musim kemaraunya sedang panjang. Maka dari itu kita meminta perlindungan dari Allah semoga setelah ini hujan segera turun dan kemarau panjang ini segera berakhir,” harapnya.
Sementara siswa lainnya, Hafizah Lubna Ikrima, mengaku ini menjadi pengalaman pertamanya melaksanakan shalat Istisqa. “Rasanya seperti shalat Jumat tapi kita berkumpul di lapangan. Jadi feel-nya beda,” ucapnya.(mad)







