SIDOARJO (RadarJatim.id) — Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur mengajak kepada orang tua agar tidak mengenalkan anak-anaknya yang masih usia dini dengan gadget. Karena akan sangat berpengaruh terhadap kondisi sosial dan emosional anak.
Ajakan tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai dalam Workshop “Optimalisasi Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan Upaya Meningkatkan Tumbuh Kembang Anak Secara Maksimal” yang digelar Forum PAUD Provinsi Jawa Timur, pada (25/7/2024) di Fave Hotel Sidoarjo.
Hal yang tak kalah pentingnya bagi Aries, juga mengajak seluruh orang tua untuk mengoptimalkan perannya dalam mendukung perkembangan anak di keluarga, karena tugas mendasar adalah keluarga atau orang tua jangan sampai peran ini dikesampingkan.
Salah satunya yang ditekankan adalah, tidak dikenalkan gadget sejak dini. Hal ini menurutnya perlu dilakukan, mengingat gadget sangat berpengaruh pada kondisi sosial-emosional anak.
“Selain itu, dengan tidak mengenalkan gadget sejak dini kepada anak, akan menumbuhkan pola asuh keluarga dan lingkungan yang membentuk karakter anak bertumbuh, dan berkembang secara lebih optimal,” katanya.
“Maka, kalau kedepan kita mau membentuk karakter anak, bentuk dari Sekolah PAUD apa sudah sesuai tidak dengan sarana dan prasarananya. Harus sesuai fungsi dan tugas untuk membentuk karakteristik anak di usia dini, jangan sampai guru yang mendidik belum sesuai dengan pengabdian mereka untuk pendidikan usia dini dan lain sebagainya sebagai prasyarat mendirikan sekolah PAUD, itu hal utama yang harus diperhatikan,” jelas Pj Wali Kota Batu.
Aries juga menambahkan melalui komitmen dalam membentuk forum komunikasi transisi dari PAUD ke SD, pihaknya berharap para guru PAUD bisa memberikan pembelajaran yang tepat kepada anak yang masuk masa golden age, agar karakter anak sejak dini dapat terbentuk dengan baik.
Dengan begitu, lanjut Aries kesiapan anak secara mental maupun Otak tumbuh berkembang dan dapat terimplementasi dengan baik saat akan memasuki jenjang berikutnya ditingkat SD.
“Ini merupakan bagian ikhtiar untuk memperbaiki mutu pendidikan dari tingkatan pendidikan pertama yaitu PAUD. Dengan memberikan pendidikan yang benar sejak anak berada di masa golden age nya, maka kita dapat melahirkan generasi emas masa depan,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Forum PAUD Jawa Timur, Dwi Astutiek, S.Ag., M.Si. menuturkan kegiatan ini digelar untuk memperbaiki miss conception transisi PAUD ke SD. Langkah ini sebagai upaya bersama untuk memastikan pemenuhan hak pertumbuhan anak usia dini.
“Tujuannya untuk optimalisasi gerakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan dan upaya meningkatkan tumbuh kembang anak secara maksimal,” katanya.
“Saya berharap kedepan pemerintah juga fokus untuk memperkuat pendidikan keluarga. Salah satu aksi nyata yang dapat dilakukan dengan membentuk forum komunikasi transisi PAUD ke SD,” harap Dwi Astutiek.(mad)







