BANYUWANGI (RadarJatim.id)–Usai acara Launching Buku Ijen Purba: Tanah, Air, Batu di Pendopo Sabha Swagata Banyuwangi pada malam hari, 24 Oktober 2024, pagi harinya para penyair yang tergabung dalam kegiatan Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) 2024 mengunjungi beberapa sekolah/madrasah terpilih di wilayah kabupaten Banyuwangi.
Salah satu sekolah yang dikunjungi para penyair JSAT tersebut adalah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Rogojampi, Banyuwangi. Hadir 3 penyair sebagai narasumber dalam acara bertajuk “Penyair Goes to School”, yaitu Agusta dari Banyuwangi, Abdillah Dani dari Mojokerto, dan Hanifah Dwi Hermawati dari Bondowoso.
Kepala SMPN 2 Rogojampi, Marhenyantoro, menyambut positif acara ini. “Kegiatan ini menjadi inspirasi baru bagi siswa yang tertarik di dunia sastra, khususnya puisi. Kami berharap acara seperti ini bisa melahirkan generasi baru sastrawan dari sekolah kami,” ucapnya, Jumat (25/10/2024).
Sementara itu, Agusta penyair asal Banyuwangi, membahas keindahan Ijen Geopark yang kerap menjadi latar dalam puisinya. Objek alam ini dijadikan Agustus sebagai contoh agar para siswa mampu mengeksplorasi alam sebagai sumber inspirasi.
“Alam selalu memberi kita ruang untuk berimajinasi. Dalam puisi, kita bisa memuji ciptaan Tuhan melalui keindahan yang kita lihat,” terangnya.
Sedangkan Abdillah Dani menekankan tentang kekuatan kata-kata dalam puisi dan bagaimana karya sastra dapat menjadi jembatan antara perasaan penulis dan pembaca. Ia turut mengapresiasi bahwa Banyuwangi memiliki potensi besar sebagai “gudang sastrawan” yang mampu melahirkan penulis-penulis muda berbakat.
Adapun Hanifah Dwi, penyair muda dari Bondowoso yang masih duduk di bangku sekolah, memberikan perspektifnya tentang memperkaya puisi dengan simbolisme dan teknik sastra yang ia pelajari di pondok pesantren. Ia menjelaskan, puisi bukan hanya soal diksi, tetapi juga tentang menyampaikan makna yang mendalam melalui kata-kata sederhana.
Selain berbagi pengalaman pribadi, para narasumber juga membacakan karya-karya puisinya. Mereka memaparkan tiga segmen pokok dalam kegiatan ini, yakni Edukasi Sastra, Game Sastra, dan Cipta Kreatif Sastra, dengan harapan mampu menggugah minat siswa dalam dunia sastra serta memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal.
Kegiatan “Penyair Goes to School” yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB ini diawali dengan penampilan Tari Gandrung dan musik hadrah yang dibawakan oleh para siswa SMPN 2 Rogojampi. Setelah pemaparan materi, dan tanya jawab, pada sesi akhir para siswa diberikan tugas membuat puisi yang kemudian beberapa siswa diminta membacakan karyanya. (hsn)







