SIDOARJO (RadarJatim.id) — Selain lomba-lomba yang mengasah potensi siswanya dalam program classmeet semester 1 kali ini diisi dengan lifeskill kemampuan membuat batik jumputan oleh seluruh siswa-siswi SMPIT Insan Kamil Sekardangan Sidoarjo.
Kegiatan lifeskill yang dilaksanakan pada (16/12/2024) pagi ini tampak berbeda, karena trainer yang mengajari siswa-siswi adalah anak-anak OSIS SMPIT Insan Kamil sendiri yang telah mendapatkan pengalaman.
Waka Kurikulum SMPIT Insan Kamil Sidoarjo, Shinta Dewi Anggraini mengatakan, kalau anak-anak OSIS kita latih terlebih dahulu, kita siapkan dengan beberapa keterampilan, mulai melipat, mewarna, menali, hingga menjahit.
“Jadi kedekatan antarsiswa satu sama lain agar terjalin dengan baik, maka trainer dipilih dari OSIS SMPIT Insan Kamil Sidoarjo. Setiap kelas dilatih oleh 3 siswa/siswi sesui dengan pembagian kelasnya,” katanya.
Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan lifeskill membuat batik jumputan tersebut, karena menjadi pengalaman pertama dan penasaran ingin mencoba membuat batik secara mandiri atau pun berkelompok. Kain batik yang sudah jadi akan menjadi perlengkapan kelas (taplak meja), ketika dibutuhkan setiap kelas sudah memiliki inventaris sendiri-sendiri.

Proses membuat batik jumputan tidak terlalu ribet, hanya saja perlu ketelitian dalam pewarnaan. Siswa-siswi diminta untuk membawa perlengkapan idividu seperti wadah, tali (karet), benang, jarum.
Sekolah menyediakan kain dan pewarna. Siswi-siswi diminta untuk melipat kain sampai berukuran persegi panjang. Kemudian dilipat lagi sampai berbentuk kotak. Setelah itu, kain yang sudah dilipat ditali dengan karet. Selanjutnya dicelupkan salah satu sisinya ke pewarna. Diperas dan dijemur sampai kering.
Salah satu siswa Hoshi mengaku senang sekali bisa membuat batik jumputan, ini merupakan pengalaman yang nanti bisa diterapkan ke depannya. “Saya berharap kegiatan ini akan terus dilakukan, karena salah satu kebermanfaatannya bisa melestarikan warisan budaya berupa batik,” harapnya.(mad)







