GRESIK (RadarJatim.id) — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, KH Ainur Rofiq Thoyyib di-dapuk menjadi penceramah utama pada Safari Ramadan dan Silaturahmi Bupati dan Wakil Bupati beserta Forkompinda Gresik di Masjid Baiturrahman, Desa Betoyoguci, Kecamatan Manyar, Selasa (11/3/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum (Ketum) MUI Gresik yang juga Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sahliyah Peganden, Manyar ini menyampaikan pesan bijak dalam menata diri lahir maupun batin, menjaga keharmonisan ilahiyah juga dengan sesama manusia. Ini semua bisa diraih dalam suasana keberkahan bulan Suci Ramadan.
Pesannya: Siapa yang memperbaiki hatinya, maka Allah akan memperbaiki anggota tubuh yang nampak; Siapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan sesama manusia; kemudian siapa yang beramal untuk kepentingan akhirat, maka Allah mencukupinya selama di dunia.
Hati yang bersih dan tulus di bulan Ramadan, sambung Kiai Rofiq, akan melahirkan perbaikan aktivitas dzahir (lahiriyah), seperti shalat, bersedekah, membaca Al Quran, dan memperbaiki akhlak bershilaturrahim. Selain itu, dengan hati yang bersih bisa berdamai dengan masa lalu, menjauhi prasangka buruk, dan memaafkan kesalahan orang lain.
“Bertutur sapa dengan senyum ceria di forum Safari Ramadan dari semua elemen masyarakat, baik bupati, wakil bupati, Sekda, ketua DPRD, para ulama, dan masyarakat di Desa Betoyo, Manyar ini tak lepas dari kemauan hati yang bersih,” ungkap Kiai Rofiq.
Seperti diketahui, Pemkab Gresik kembali menggelar Safari Ramadan dan Silaturahmi Bupati dan Wakil Bupati beserta Forkompinda Kabupaten Gresik di Masjid Baiturrahman, Desa Betoyoguci, Kecamatan Manyar, Selasa (11/3/2025). Sebelumnya acara Safari Ramadan digelar di wilayah Gresik Selatan, tepatnya di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, berbarengan dengan Peresmian RSUD Gresik Sehati.
Safari Ramadan dan Silaturahmi di wilayah Kecamatan Manyar ini dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Asluchul Alif; Ketua DPRD Muhammad Syahrul Munir; Sekda Achmad Washil Miftahul Rachman, Ketua MUI KH Ainur Rofiq Thoyyib, Ketua PCNU KH Mulyadi serta jajaran Forkopimda, Forkopimcam, dan masyarakat setempat.
Kebersamaan ulama dan umara benar-benar dirasakan masyarakat di forum ini. Suasana begitu indah, teduh dan menyejukkan. Terlebih, saat kedatangan Wabup Alif bersama istrinya Indah Puspita Sari, juga Ketua DPRD Gresik disambut meriah dengan lantunan hadrah. Keduanya juga dikalungi sorban sebagai bentuk penghormatan.
Dalam sambutannya, Wabup Alif menegaskan komitmen Pemkab Gresik untuk memperbaiki infrastruktur, terutama jalan penghubung desa dan pengadaan air bersih.
“Kami ke depan akan memperbaiki jalan yang menghubungkan Betoyo hingga Duduksampeyan, serta jalan Leran-Pongangan dan membangun jembatan. Ini sudah masuk dalam program prioritas kami,” ujarnya.
Selain itu, Alif mengungkapkan rencana pembangunan reservoir yang airnya akan diambil dari Bendung Gerak Sembayat (BGS). Proyek ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Sembayat dan sekitarnya.
“Insya Allah, tahun 2025 kita mulai pengadaan lahan, dan pada 2026 air bersih bisa tersalurkan ke rumah-rumah warga,” kata putra daerah Gresik kelahiran Desa Sembayat, Manyar ini.
Acara ini tidak hanya sekadar Safari Ramadan, namun juga diisi dengan dialog antara pemerintah dan masyarakat. Selain itu, di momentum Ramadan yang penuh berkah ini, sebanyak 120 anak yatim menerima santunan dari PT Freeport, Partai Gerindra Gresik, dan beberapa pihak lainnya. Bahkan, setelah salat tarawih, panitia juga membagikan beras kepada warga. (dik/sto)







