SURABAYA (RadarJatim.id) Duta Besar Republik Singapura untuk Indonesia, H.E. Kwok Fook Seng menyatakan siap menjalin kerja sama peningkatan sumber daya antara Singapura dan Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Pertemuannya dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa memprioritaskan simpul kerja sama di bidang pendidikan, investasi, peningkatan SDM (sumber daya manusia) hingga kesehatan.
“Prioritas kerja sama kami simpulkan pada pendidikan, investasi, peningkatan SDM, dan kesehatan,” kata Dubes Kwok.
Dubes Kwok melanjutkan perlunya meningkatkan kualitas SDM Indonesia lantaran adanya bonus demografi. Ia menekankan, Singapura siap membantu Indonesia dan Jatim untuk menghasilkan SDM berkualitas dan dibutuhkan di kancah global.
“Terkait tenaga kesehatan, Singapura terbuka untuk kerja sama pelatihan dan pertukaran dokter maupun perawat, baik ke Singapura maupun sebaliknya,” ucapnya.
Oleh sebab itu, Dubes Kwok menilai visi Khofifah untuk membangun provinsi Jatim lebih maju selaras dengan Singapura. Hal itu lantaran Jatim juga melihat adanya peluang hingga potensi anak muda sebagai motor penggerak masa depan bangsa.
“Terima kasih Ibu Gubernur telah menerima kami dengan hangat. Kami berharap kerja sama ini bisa berkembang lebih baik ke depan,” tandasnya.
Terpisah, Khofifah menuturkan, ke depan, kerja sama ini akan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pelajar maupun pekerja di Jatim. Dengan tujuan agar memiliki akses yang lebih besar di berbagai bidang mulai dari pendidikan, teknologi, hingga kesehatan.
“Insya Allah, tim dari Jatim dan Singapura akan menyusun teknis pertukaran pekerja ini. Harapannya, anak-anak muda Jatim punya akses lebih luas dalam penguatan bidang teknologi,” ujar Khofifah.
Seperti diketahui, prestasi Khofifah untuk pendidikan Jatim tidak main-main. Berdasarkan data Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), jumlah siswa Jatim yang diterima jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada 2023 mencapai 23.477 orang. Angka itu mengalami peningkatan 31,84 persen dibandingkan tahun 2022 sebesar 17.807 orang.
Seiring dengan prestasi tersebut, data Badan Pusat Statistik menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) SMK di Jatim dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Hingga Agustus 2020, TPT SMK Jatim tercatat sebesar 11,89 persen, lalu periode yang sama 2021 turun di angka 9,54 persen. (RJ1/RED)







