LUMAJANG (RadarJatim.id) Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung lokasi tanggul jebol akibat aliran lahar dingin Gunung Semeru di Bondeli, Lumajang. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk tanggap cepat terhadap potensi bencana lanjutan yang mengancam warga.
Khofifah Indar Parawansa juga mempercepat perbaikan. Pemprov mengerahkan 3 ekskavator dan 6 dump truck dari Pemprov Jatim, serta 2 excavator tambahan dari BBWS Brantas.
“Total anggaran perbaikan mencapai Rp10,5 miliar, selama tiga bulan harus bisa selesai dikerjakan untuk mengantisipasi jika ada banjir susulan,” kata Khofifah.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengungkapkan bahwa kunjungan gubernur menjadi sinyal kuat percepatan penanganan infrastruktur yang terdampak bencana. Dia menyebut, tanggul yang terkikis sepanjang 280meter telah dilaporkan langsung kepada Khofifah saat berada di lokasi.
“Hari ini kami kedatangan Ibu Gubernur untuk melihat progres pembangunan rehabilitasi tanggul Bondeli,” ujar Indah di Lumajang.
Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem turut memperlambat proses rehabilitasi tanggul yang sudah dalam kondisi kritis. Hujan deras yang turun hampir setiap hari menyebabkan material perbaikan tergerus sebelum tertanam sempurna.
“Namun perlu diketahui bahwa akibat cuaca yang ekstrem tentu progresnya itu tidak secepat yang kita perkirakan, begitu dipasang siangnya hujan terus hilang,” katanya.
Gubernur Khofifah langsung memerintahkan Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur untuk menindaklanjuti laporan tersebut secara cepat. Pemerintah Kabupaten Lumajang pun segera menetapkan status darurat bencana infrastruktur untuk mendukung percepatan respons teknis di lapangan.
“Beliau sudah melihat langsung untuk kemudian memberikan perintah kepada Dinas PU SDA Provinsi. Atas perintah beliau kami sudah keluarkan darurat bencana infrastruktur,” tegas Indah.
Indah menyampaikan apresiasi atas kepedulian Gubernur Khofifah yang turun langsung ke lokasi untuk melihat dampak kerusakan dan mengawal langsung solusi perbaikannya. Tindakan cepat ini dinilai menjadi bentuk nyata kepemimpinan tanggap darurat di tengah tantangan alam.
“Beliau dengan sangat cepat membuat kebijakan untuk segera mengatasi tanggul yang sudah kritis ini,” ujarnya. (RJ1/RED)







