SIDOARJO (RadarJatim.id) – Pemerintah Desa (Pemdes) bersama seluruh warga Desa Balongtani, Kecamatan Jabon dalam dua hari ini terlihat sibuk menyiapkan segala keperluan untuk kegiatan ruwatan desa.
Na’im, Kepala Desa (Kades) Balongtani mengatakan bahwa setiap tahun diadakan ruwat desa yang tujuannya meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa (YME) agar warga Desa Balongtani diberikan keselamatan dan dibebaskan dari segala malapetaka.
“Setiap tahun kami adakan ruwat desa ini. Agar terhindar dari malapetaka, serta masyarakat selalu diberikan keselamatan dan keberkahan dalam menjalankan setiap aktivitas sehari-hari,” kata Kades Na’im, Minggu (31/8/2025) malam.
Dijelaskan oleh Kades Na’im bahwa ruwat Desa Balongtani ini dilakukan selama dua hari yang berupa kegiatan istighotsah dan do’a bersama seluruh warga pada Sabtu (30/8/2025) malam di Balai Desa Balongtani.
Kemudian pada Minggu (31/8/2025) pagi atau sekitar pukul 6.30 wib sampai selesai merupakan kegiatan jalan sehat yang diikuti oleh ribuan warga Desa Balongtani, mulai dari anak-anak hingga kaum ibu-ibu atau emak-emak.
“Usai jalan sehat, kita adakan pengundian hadiah untuk peserta jalan sehat serta reward atau penghargaan bagi masyarakat yang tertib membayar pajak,” jelasnya.
Kemudian pada Minggu malam ada kegiatan gema sholawat dan pengajian umum yang menghadirkan penceramah kondang ‘Gus Peyek’ dari Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo.
Menurut Kades Na’im bahwa kegiatan ruwat desa kali ini agak berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, kali ini sangat kental dengan nuansa keagamaan atau lebih mendekatkan diri kepada Tuhan YME.
Hal itu dilakukan untuk mendo’akan bangsa dan negara Indonesia yang beberapa hari ini terjadi aksi unjukrasa besar-besaran hingga menelan korban jiwa, baik di Jakarta maupun di daerah-daerah.
“Marilah kita sama-sama menahan diri. Serta berdo’a agar bangsa Indonesia, khususnya di Kabupaten Sidoarjo dijauhkan dari segala marabahaya, tetap aman dan kondusif,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh H. Mashudi, salah satu tokoh masyarakat (tomas) Desa Balongtani yang meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita hoaks yang banyak tersebar di media sosial (medsos).
Ia meminta kepada masyarakat Desa Balongtani untuk selalu mengecek setiap kebenaran berita yang beredar di medsos, atau melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak yang memiliki kompetensi di dalam bidangnya.
“Semoga dengan adanya do’a bersama ini. Masyarakat di Kabupaten Sidoarjo, khususnya di Desa Balongtani selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. Serta tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang tidak benar,” sampainya.
Menurut H. Mashudi bahwa unjukrasa atau menyampaikan pendapat dimuka umum itu dilindungi oleh undang-undang, namun hendaknya tidak anarkis dan mengganggu kepentingan umum.
Unjukrasa yang menjurus pada tindakan anarkis dengan melakukan pengrusakan fasilitas umum (fasum) akan merugikan semua pihak, apalagi sampai menelan korban jiwa seperti yang terjadi di Jakarta dan beberapa daerah lainnya.
“Fasum itu dibangun dari uang rakyat yang dipungut dari pajak. Kalau dirusak, maka kita sendiri yang rugi. Apalagi sampai terjadi korban jiwa, kasihan keluarga yang ditinggalkannya. Untuk itu, kami mohon kepada warga Desa Balongtani untuk bisa menahan diri dan banyak-banyak berdo’a untuk keselamatan bangsa ini,” terangnya.
Sementara itu, pemberian hadiah atau penghargaan kepada masyarakat yang tertib membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebagai upaya dari Pemdes Balongtani untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dari sektor pajak.
Dituturkan oleh Imam Bahrul, Sekretaris Desa (Sekdes) Balongtani bahwa Pemdes Balongtani menyiapkan 5 buah sepeda listrik, 5 buah rice cooker, 5 buah kipas angin dan 5 buah setrika listrik yang nilainya puluhan juta rupiah.
“Setiap dusun mendapatkan 1 paket hadiah. Jadi hadiah-hadiah tersebut diundi untuk para wajib pajak di 5 dusun yang ada di Desa Balongtani ini,” tuturnya.
Ia berharap dengan adanya hadiah atau penghargaan ini, kedepannya masyarakat di Desa Balongtani akan semakin tertib membayar pajak agar bisa dipergunakan untuk membangun fasum dan fasilitas sosial (fasos) demi kesejahteraan bersama. (mams)







