Sidoarjo (radarjatim.id) Musibah banjir di 2 desa di Kecamatan Tanggulangin, yaitu Desa Kedungbanteng dan Desa Banjarasri yang sudah terjadi selama 4 hari ini tidak kunjung surut, Sabtu (25/1/2020).
Rijalul Mashudi (31 tahun) Ketua Rukun Tetangga (RT) 05 Desa Kedungbanteng mengatakan bahwa terjadinya banjir yang merendam desanya selama 4 hari ini disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi.
Dikatakan oleh Rijalul bahwa banjir tidak hanya merendam diwilayahnya saja, akan tetapi juga merendam di RT 03 dan RT 06 yang semuanya itu berada RW 02 Desa Kedungbanteng.
“Banjir kali ini merupakan yang terparah, hal itu disebabkan dangkalnya sungai yang ada di desa kami,” katanya.
Untuk itu, dirinya meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk turun tangan mengatasi banjir yang terjadi didesanya serta berharap ada solusi agar banjir tidak datang lagi pada tahun-tahun selanjutnya.
“Kami ingin ada solusi dari pemerintah agar musibah banjir ini tidak terjadi lagi,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Luqman Arif Ketua Karang Taruna (Kartar) Desa Kedungbanteng yang berharap banjir didesanya segera teratasi karena akibat banjir itu telah melumpuhkan roda perekonomian warga.
“Musibah banjir ini sekaligus menganggu aktifitas warga, besar harapan kami semoga banjir ini cepat segera teratasi,” harapnya.
Akibat banjir di 2 desa yang tak kunjung surut tersebut, banyak warga yang sudah terserang penyakit gatal-gatal ataupun diare. (tot/mams)





