SURABAYA (RadarJatim.id) Komisi B DPRD Kota Surabaya memberikan apresiasi atas langkah dari Pemerintah Kota Surabaya yang memberikan modal tambahan senilai Rp 10 miliar. Tambahan modal ini diberikan kepada PT BPR Surya Artha Utama (SAU) Persero untuk memperluas permodalan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Upaya Pemerintah Kota Surabaya ini menjadi bukti nyata bahwa ada upaya untuk memperkuat sektor ekonomi kerakyatan. Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Hj. Enny Minarsih mengatakan suntikan modal tersebut merupakan langkah tepat dalam memperkuat fungsi BUMD milik Pemkot Surabaya sebagai lembaga keuangan yang berperan langsung membantu masyarakat.
“Saya menyoroti adanya tambahan dana Rp10 miliar untuk BPR SAU. Ini langkah positif karena akan digunakan untuk memperkuat permodalan UMKM di Surabaya,” kata Enny Minarsih, Sabtu (25/10/2025).
Politisi Partai Keadilan Kota Surabaya ini menambahkan bahwa BPR SAU Perseroda memiliki dua program unggulan. Yaitu berfokus pada kemudahan akses pembiayaan usaha mikro, melalui PUSPITA (Pinjaman UMKM Surabaya Pasti Tangguh) dan SIKUMIS (Pinjaman Kredit Usaha Mikro Surabaya).
“BPR SAU harus menjadi solusi bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Program-program yang bersentuhan langsung dengan pelaku UMKM perlu mendapatkan dukungan dan perhatian serius,” terangnya.
Seperti diketahui hingga 2024, BPR SAU telah menyalurkan kredit mikro kepada 2.414 nasabah. Salah satu program andalannya, PUSPITA, menawarkan bunga rendah sekitar 3 persen per tahun dan menargetkan pelaku usaha mikro serta ultramikro di Surabaya. Pihaknya berharap, dengan tambahan modal ini dapat membuat BPR SAU semakin dikenal dan dipercaya masyarakat sebagai mitra keuangan yang ramah dan mudah diakses. “Kemudahan akses permodalan sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Surabaya. Semoga di 2026 nanti, BPR SAU bisa lebih dekat dengan masyarakat,” pungkasnya.







