SIDOARJO (RadarJatim.id) — SMA Negeri 1 Krian terus menumbuhkan semangat belajar yang aplikatif, inovatif dan peduli terhadap lingkungan bagi peserta didiknya.
Melalui kegiatan diberi label ‘Start Up Eco Living’, peserta didik diajak untuk mengenal, memahami dan mengolah sampah secara kreatif agar memiliki nilai manfaat.
Program tersebut dapat meraih Juara Best SDG (Sustainable Development Goals) Kontens on Sosmed dalam Fikom Week yang diselenggarakan oleh Ciputra, di Surabaya.
Menurut Koordinator Project Eco Living, Felana Rizkita Shitawati, S.Pd Gr menjelaskan, dengan mengusung tema “Start Up Eco Living,” yaitu memulai gaya hidup ramah lingkungan.
“Projek ini juga bertujuan agar peserta didik mampu mengimplementasikan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (Gemar Belajar), yaitu pada dimensi Kolaborasi, Penalaran Kritis, dan Kreativitas,” jelasnya.
Kepala SMA Negeri 1 Krian, Kasminah, S.Pd menuturkan kalau projek “Start Up Eco Living” ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran kepada peserta didik, agar selalu menjaga dan melestarikan sumber daya alam dan lingkungan di area SMA Negeri 1 Krian dan sekitarnya.
“Nah salah satu kegiatan dalam projek ini adalah pembuatan Eco Enzyme,” tuturnya pada (7/11/2025).
Menurutnya, pembuatan Eco Enzyme ini sebagai upaya pengelolaan limbah/sampah organik yang dihasilkan di area SMA Negeri 1 Krian.
“Manfaatnya, bisa sebagai pupuk alami yang menyuburkan tanah, pengendali hama dan serangga, serta pembersih serbaguna untuk rumah tangga karena sifat antibakteri dan kemampuannya mengurai bau tidak sedap,” jelasnya.
“Selain itu, eco enzyme juga dapat digunakan untuk menjernihkan air, meningkatkan kualitas udara, dan sebagai obat luka serta suplemen untuk hewan ternak,” katanya.
Jadi, sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan diolah menjadi pupuk organik cair, yang nantinya digunakan untuk menyuburkan tanaman di area sekolah. “Kegiatan tersebut masuk dalam kegiatan Kokurikuler,” terangnya.
Hal tersebut dilatar belakangi terkait masalah sampah di lingkungan smanika. Setiap hari, aktivitas kita menghasilkan berbagai jenis sampah, baik organik maupun nonorganik, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran dan merusak keseimbangan ekosistem.
Oleh sebab itu, dibutuhkan kesadaran dan kepedulian seluruh warga sekolah untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Sementara itu, sampah nonorganik berupa plastik dimanfaatkan untuk membuat ecobrick, yaitu botol plastik berisi potongan sampah anorganik padat yang kemudian disusun menjadi struktur berguna.
Sementara itu, Ecobrick hasil karya siswa akan disusun membentuk taman bertuliskan “I ❤ SMANIKA”, sebagai simbol cinta terhadap sekolah dan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan produk nyata yang bermanfaat, tetapi juga menjadi media pembelajaran kontekstual yang menanamkan nilai-nilai tanggung jawab, kreativitas, dan kolaborasi.(mad)







