SIDOARJO (RadarJatim.id) — MI Ma’arif Pagerwojo Buduran Sidoarjo menggelar seminar bertema “Berteman dengan Asyik Tanpa Mengusik” sebagai upaya mendorong kesadaran siswa akan bahaya bullying, serta memberikan edukasi untuk menghadapi dan mencegah perilaku tersebut.
Acara ini menghadirkan narasumber Iptu Utun Utami, SH Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Sidoarjo pada (10/11/2025) pagi.
Selain seminar anti-bullying untuk siswa kelas III hingga VI, kegiatan Hari Pahlawan di MI Ma’arif Pagerwojo juga diisi dengan lomba kreativitas membuat kolase tokoh pahlawan Indonesia bagi siswa kelas I dan II. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai kepahlawanan, nasionalisme, dan kreativitas sejak dini.
Dalam paparannya, Utun Utami menjelaskan definisi perundungan atau bullying, apa saja yang termasuk dalam jenis bullying, dan dampak bullying bagi korban. Tidak hanya itu, sebagai Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), beliau juga mengedukasi siswa agar bisa menjaga diri dari tindakan pelecehan seksual.
Utun Utami juga menyebutkan sejumlah bentuk perundungan mulai dari yang kecil sampai yang menimbulkan dampak yang besar. “Bullying bukan hanya bersifat fisik seperti memukul saja, tetapi memanggil nama teman dengan nama ayahnya dengan nada mengejek itu bisa termasuk kedalam kategori bullying”, ujar Utami.
Lebih dari 500 siswa sangat antusias dan menyimak dengan baik materi yang diberikan langsung oleh Polresta Sidoarjo. Seminar berjalan dengan interaktif, beberapa siswa berani untuk bertanya dan mampu menjawab pertanyaan dari narasumber.
Kepala MI Ma’arif Pagerwojo, Nur Cholisah, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkarakter positif.
“Di Hari Pahlawan ini, kami ingin menanamkan nilai keberanian dan empati. Menjadi pahlawan masa kini tidak harus berperang, tetapi bisa dimulai dari hal sederhana: tidak membully dan saling menghargai teman,” ungkapnya.
Seminar yang diadakan untuk memperingati Hari Pahlawan Nasional ini diharapkan menjadi langkah awal yang efektif dalam mengedukasi siswa mengenai bahaya bullying dan berupaya untuk saling menjaga pertemanan sehingga menciptakan lingkungan belajar yang asyik.(mad)







