BANYUWANGI – Harga pupuk bersubsidi mengalami penurunan khususnya jenis Pupuk Urea dan NPK yang banyak digunakan oleh petani saat ini.
Misalnya, harga pupuk bersubsidi jenis Urea per kilogram turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 lho. Dalam ukuran setengah kuintal atau 50 kilogram harganya yang semula Rp112.500 menjadi Rp90 ribu saja.
Pupuk NPK pun ikut turun dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram. Apabila membeli setengah kuintal atau ukuran 50 kilogram harganya Rp92.000 saja.
Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Ruliyono mengakui terjadi dampak positif di kalangan petani setelah dua komoditas pupuk utama itu turun harga.
Biaya produksi petani menjadi turun sehingga dapat mendongkrak penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan warga di Kabupaten Banyuwangi yang mayoritas bertani.
“Petani bisa bernafas lega dan lebih bersemangat menghadapi musim tanam,” ungkap politisi Golkar.
Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Ruliyono, memuji sikap pemerintah pusat utamanya Presiden Prabowo Subianto yang berani menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20.
Kebijakan penurunan harga pupuk ini tentu menjadi kabar gembira bagi kalangan petani khususnya Pulau Jawa paling ujung timur yang rata-rata mengandalkan kehidupan dari bertani.
Ruliyono pun berharap penurunan harga pupuk bersubsidi harus dibarengi dengan pengawasan ketat agar tidak terjadi penyimpangan dalam penyaluran pupuk bersubsidi.
“Jangan sampai pupuk bersubsidi justru dinikmati oleh pihak yang tidak berhak. Pemerintah harus memastikan distribusinya tepat sasaran,” harapnya.***







