KEDIRI (RadarJatim.id) — Direktur Jaringan GusDurian Indonesia, Alissa Qotrunnada Munawwaroh Wahid, menegaskan, bahwa negara harus lebih serius menyiapkan kebijakan dan layanan publik bagi para lanjut usia (lansia). Hal itu seiring meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Alissa dalam peringatan haul (peringatan kematian) ke-16 Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang dirangkai dengan peresmian Rumah Lansia GusDurian Mojokutho di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Sabtu (27/12/2025).
“Jumlah lansia di Indonesia akan terus meningkat. Pemerintah perlu menyiapkan layanan dan program yang tepat agar mereka tetap produktif, bermartabat, dan tidak terbuang,” kata Alissa.
Menurut Alissa, selama ini banyak lansia yang tidak terurus karena keluarga belum siap secara sosial maupun ekonomi. Sementara negara belum sepenuhnya memiliki sistem perlindungan yang kuat bagi kelompok usia lanjut. Ia menilai, Rumah Lansia GusDurian di Pare menjadi contoh konkret peran masyarakat sipil dalam menjawab persoalan sosial tersebut.
“Ini lahir dari rakyat, dikelola oleh rakyat, dan diperuntukkan bagi rakyat. Semangat seperti inilah yang harus diperkuat oleh negara,” ujarnya.
Alissa menambahkan, perubahan demografi membuat Indonesia akan menghadapi lonjakan populasi lansia dalam beberapa dekade ke depan. Tanpa kebijakan yang matang, lansia berpotensi menjadi kelompok rentan yang terpinggirkan.
Sementara itu, Koordinator Rumah Lansia GusDurian Mojokutho, Anugrah Yulianto, mengungkapkan, bahwa saat ini rumah lansia yang dikelola tersebut telah menampung sekitar 50 lansia.
“Sejak awal kami tidak menggunakan proposal. Bantuan datang dengan sendirinya, baik material maupun kebutuhan lainnya,” kata Antok.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Ariyanto, menyatakan, pihaknya terus memperkuat kemitraan dengan rumah lansia tersebut melalui bantuan kebutuhan dasar dan pendampingan sosial.
“Kami rutin membantu kebutuhan nutrisi dan kebersihan. Kami juga terus mengedukasi masyarakat agar tidak menelantarkan orang tua mereka, karena itu adalah tanggung jawab keluarga,” ujar Ariyanto.
Ia menegaskan bahwa negara hadir bagi lansia terlantar, namun keluarga tetap memegang peran utama dalam merawat orang tua.
Peringatan haul ke-16 Gus Dur tersebut sekaligus menjadi pengingat atas pesan kemanusiaan sang tokoh bangsa, bahwa setiap manusia, tanpa terkecuali, berhak hidup dengan martabat dan kasih sayang. (rul)







