KEDIRI (RadarJatim.id) — Kepolisian mencatat tren peningkatan kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kediri Raya sepanjang 2025. Data tersebut terungkap dalam paparan Analisa dan Evaluasi (Anev) serta Daily Operation Reporting System (DORS) pada rilis akhir tahun.
Di wilayah hukum Polres Kediri Kota, jumlah kasus kejahatan meningkat dari 677 kasus pada 2024 menjadi 805 kasus pada 2025, atau naik sekitar 18 persen. Jumlah pelanggaran juga naik dari 344 kasus menjadi 377 kasus. Sementara gangguan kamtibmas meningkat dari 2 kasus menjadi 3 kasus. Untuk kategori bencana, tercatat 1 kejadian sepanjang 2025 dan seluruhnya berhasil ditangani.
Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Saputra Ibrahim, mengatakan, peningkatan tersebut perlu dilihat secara menyeluruh dan tidak semata-mata dimaknai sebagai lonjakan kriminalitas.
“Peningkatan ini juga dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melapor serta intensitas patroli dan penegakan hukum di lapangan,” ujar Anggi saat rilis akhir tahun di Mapolres Kediri Kota, Senin (29/12/2025).
Di sektor lalu lintas Kota Kediri, jumlah kecelakaan meningkat dari 330 kejadian pada 2024 menjadi 443 kejadian pada 2025. Meski demikian, angka korban meninggal dunia justru menurun dari 78 orang menjadi 70 orang.
Korban luka ringan meningkat dari 452 orang menjadi 605 orang, sementara korban luka berat menurun dari 3 orang menjadi 1 orang. Kerugian material tercatat meningkat dari Rp 344,8 juta menjadi Rp 413,55 juta.
Untuk menekan risiko kecelakaan, Polres Kediri Kota meningkatkan penegakan hukum lalu lintas. Sepanjang 2025, jumlah tilang naik dari 6.000 tindakan menjadi 11.584 tindakan. Teguran meningkat dari 52.338 menjadi 66.487.
Sementara itu, di wilayah hukum Polres Kediri (kabupaten), tingkat kriminalitas juga mengalami peningkatan. Berdasarkan Anev rilis akhir tahun, jumlah kejahatan atau crime total naik 8,7 persen, dari 346 kasus pada 2024 menjadi 376 kasus pada 2025.

Meski demikian, kinerja penyelesaian perkara menunjukkan tren positif. Tingkat crime clearance meningkat dari 91,6 persen menjadi 93,9 persen. Dari total 376 kasus, sebanyak 355 kasus berhasil diselesaikan.
Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, mengatakan, peningkatan angka kriminalitas tidak lepas dari tingginya mobilitas masyarakat dan dinamika sosial.
“Peningkatan jumlah kasus menjadi bahan evaluasi serius. Namun kami memastikan setiap laporan masyarakat ditangani secara profesional, cepat, dan transparan,” kata Bramastyo.
Data Polres Kediri menunjukkan, kejahatan sepanjang 2025 masih didominasi tindak pidana konvensional, seperti pencurian dengan pemberatan (60 kasus), pencurian kendaraan bermotor (55 kasus), dan pengeroyokan (39 kasus).
Peningkatan kriminalitas juga diikuti lonjakan jumlah tersangka, dari 184 orang menjadi 284 orang. Yang menjadi sorotan, keterlibatan anak berhadapan dengan hukum meningkat dari 6 anak menjadi 44 anak.
Di bidang narkoba, Polres Kediri Kota mencatat penurunan perkara dari 90 kasus menjadi 79 kasus, meski barang bukti yang diamankan meningkat. Polres Kediri mencatat 219 perkara narkoba, naik 4,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Barang bukti yang disita antara lain sabu, ganja, dan ratusan ribu pil terlarang.
Sepanjang 2025, kepolisian di wilayah Kediri juga mengungkap sejumlah kasus menonjol, mulai dari pengeroyokan antarperguruan silat yang menewaskan pelajar, kasus pembunuhan, hingga peredaran miras oplosan.
“Seluruh capaian ini tidak lepas dari kerja sama antara kepolisian, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat,” pungkas Bramastyo. (rul)







