KEDIRI (RadarJatim.id) – Kepedulian terhadap kelompok rentan kembali ditunjukkan Gabungan Asosiasi Aneka Usaha (Ganesha) Kabupaten Kediri melalui kegiatan bakti sosial di Rumah Kemanusiaan Lansia, Ibu, dan Anak GUSDURian Mojokutho, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.
Kegiatan tersebut diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis, serta penyaluran bantuan kebutuhan pokok bagi para warga lanjut usia (lansia) yang selama ini hidup dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.
Ketua Ganesha Kabupaten Kediri, Yoheni Sri Susanti, menyebut kegiatan ini lahir dari kepedulian anggota Ganesha yang sebagian berprofesi sebagai perawat dan pelaku usaha kecil menengah.
“Kami ingin membantu mbah-mbah yang ada di sini. Selain bantuan pangan, kami juga menyediakan cek kesehatan gratis karena banyak lansia yang menderita diabetes dan stroke,” ujar Yoheni, Jumat (9/1/2026).
Dalam pelaksanaannya, Ganesha menggandeng tenaga kesehatan dari Karya Husada serta empat anggota Ganesha yang memiliki latar belakang keperawatan. Para relawan melakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kondisi kesehatan umum para lansia.
Selain layanan kesehatan, bantuan yang disalurkan meliputi beras, minyak goreng, nasi kotak, roti, sayur-sayuran, hingga uang tunai untuk memenuhi kebutuhan lauk-pauk harian. Bantuan tersebut sebagian besar berasal dari donasi pedagang di pasar grosir.
Yoheni menjelaskan, pendanaan kegiatan bakti sosial ini bersumber dari iuran rutin anggota Ganesha sebesar Rp 5.000 per bulan, serta sumbangan sukarela dari masyarakat dan sejumlah pihak yang tergerak untuk bersedekah.
“Iurannya kecil, tetapi jika dikumpulkan bisa bermanfaat besar. Kami juga membuka donasi dari luar anggota agar semakin banyak yang terbantu,” kata dia.
Koordinator Rumah Kemanusiaan Lansia, Ibu, dan Anak GUSDURian Mojokutho, Anugrah Yulianto atau akrab disa[a Antok Mbeler, mengapresiasi langkah komunitas Ganesha yang dinilainya sangat membantu kebutuhan para lansia.
“Selama ini layanan kesehatan lebih sering datang dari komunitas dan relawan. Untuk kunjungan rutin dari instansi terkait masih belum ada,” ujarnya.
Antok menuturkan, saat ini Rumah Kemanusiaan GUSDURian Mojokutho mendampingi hampir 50 lansia, serta anak-anak dan warga dampingan lainnya. Mayoritas lansia tersebut menderita penyakit kronis yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.
“Kami berharap ada perhatian lebih dari pemerintah, terutama kunjungan kesehatan rutin dan fasilitas seperti ambulans. Banyak lansia yang kesulitan mobilitas,” kata Antok.
Ia menambahkan, kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat menjadi pemantik kolaborasi berkelanjutan antara komunitas, relawan, dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. (rul)







