GRESIK (RadarJatim.id) — Musyawarah Daerah (Musda) III Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Daerah Gresik–Lamongan yang digelar di aula SMPIT A Ibrah Gresik, Minggu (11/1/2026) kembali memilih Mulyono, MPd sebagai ketua untuk periode 2025–2029.
Terpilihnya kembali Mulyono sebagai Ketua JIST Gresik-Lamongan diharapkan dapat melanjutkan program-program strategis yang telah dicanangkan. Selain itu, di bawah kepemimpinan Kepala SMPIT Al Ibrah Gresik ini, diharapkan mampu membawa JSIT Gresik–Lamongan semakin maju, profesional, dan berkontribusi nyata bagi pendidikan daerah dan nasional.
Seusai terpilih sebagai ketua untuk periode keduanya, Mulyono menyatakan siap mengemban amanah untuk memimpin JSIT Gresik-Lamongan. Ia berharap, dalam periode ini bersama jaajran pengurus JSIT Gresik-Lamongan mampu melahirkan kinerja yang lebih baik lagi untuk pengembangan JSIT di wilayah yang dipimpinnya.
“Mohon dukungan semua pihak agar kami bisa menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknnya. Bismillah,” ujar Mulyono.
Musda III JSIT Gresik–Lamongan dihadiri ratusan peserta dan tokoh penting. Di antaranya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Dr S. Hariyanto, SPd, MM, serta Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur, Ustadz M. Edris Effendi, ST, MPSDM. Hadir pula para pengurus, kepala sekolah, yayasan, guru, dan perwakilan sekolah anggota JSIT se-Kabupaten Gresik dan Lamongan
Rangkaian kegiatan Musda semakin semarak dengan berbagai lomba yang melibatkan peserta didik dan guru. Di antaranya, lomba Pildacil tingkat TK dan SD jenjang bawah, lomba menulis cerpen untuk siswa SD jenjang atas dan SMP, serta lomba menulis cerpen guru se-Gresik–Lamongan. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen JSIT dalam mengembangkan potensi literasi, karakter, dan kreativitas warga sekolah.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Dr S. Hariyanto, SPd, MM, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Musda III JSIT Gresik–Lamongan. Ia menyampaikan harapannya agar sekolah-sekolah di bawah naungan JSIT terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan, tidak hanya di wilayah Gresik dan Lamongan, tetapi juga bagi dunia pendidikan nasional.
“Karena itu, perlu ditekankan pentingnya esensi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai moral,” pesan Hariyanto.
Sementara itu, Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur, Ustadz M. Edris Effendi, ST, MPSDM, menegaskan pentingnya soliditas organisasi, peningkatan mutu sekolah Islam terpadu, serta sinergi antara JSIT daerah dengan JSIT wilayah dan nasional dalam menjawab tantangan pendidikan ke depan.
Musda III JSIT Gresik–Lamongan ini ditutup dengan penuh semangat kebersamaan dan optimisme untuk melangkah menuju kepengurusan baru yang lebih kuat dan visioner. (ana/har)





