SIDOARJO (RadarJatim.id) — Dinas Pendidikan Jawa Timur melalui Pengawas Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Sidoarjo memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada SLB Ar-Rosyid Sri Sutrisno Desa Jemirahan, Kec Jabon yang telah berhasil menggelar ‘Sosialisasi Harmonisasi Toleransi Terhadap Disabilitas’ pada (13/1/2026) pagi.
Apresiasi tersebut ditegaskan oleh Pengawas SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo Abdul Kholis, S.Pd M.Pd saat hadir diacara sosialisasi yang sekaligus diadakan lomba mewarnai.
“Saya mengapresiasi kegiatan sosialisasi harmoni toleransi disabilitas ini, karena sangat penting sekali, kita tahu bahwa setiap individu memiliki hak yang sama untuk hidup dengan martabat dan kesetaraan, tanpa memandang kemampuan atau disabilitas seseorang,” terang Pak Kholis_sapaan akrabnya.
Mari kita bersama-sama membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis, di mana setiap orang dapat berpartisipasi dan berkontribusi tanpa hambatan. Kita dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya kesetaraan dan inklusi bagi semua orang, termasuk mereka yang memiliki disabilitas.
“Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan kelemahan. Kita ciptakan lingkungan yang ramah dan mendukung bagi semua orang, tanpa memandang kemampuan atau disabilitas dari setiap individu,” ajak Pak Kholis lagi.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Pengawas PK PLK Saji, S.Pd M.Pd, Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal dari Dinas Dikbud Sidoarjo Nanik Sumarviati, M.Pd serta beberapa kepala SLB yang ada di wilayah Kecamatan Jabon juga Penilik PAUD Jabon.
Nanik Sumarviati juga berharap bahwa kegiatan di SLB Ar Rosyid ini bukan sekadar sebagai ajang kompetisi, melainkan sebagai jembatan inklusi yang menghubungkan siswa SLB dengan masyarakat luas.
Melalui interaksi langsung, dapat membangun kesadaran kolektif bahwa keterbatasan fisik maupun mental bukanlah penghalang untuk berkarya dan berkolaborasi di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa dengan dukungan lingkungan yang inklusif, anak-anak istimewa ini mampu menunjukkan potensi terbaik mereka. Sehingga mereka akan membawa dampak pada masyarakat dan lingkungan sekitar,” harap Bu Nanik_sapaan akrabnya.
Lanjutnya, dengan dampak terbentuknya karakter, empati, simpati masyarakat bukan kasihan pada anak Disabilitas, tapi bagaimana kita peduli mengangkat martabat anak disabilitas bahwa mereka adalah insan yang tidak hanya punya kekurangan tapi kelebihan yang perlu dikembangkan secara maksimal.

“Dengan dukungan lingkungan yang inklusif, anak-anak istimewa ini mampu menunjukkan potensi terbaik mereka. Masyarakat hadir bukan hanya sebagai penonton, tapi sebagai pendukung (support system) yang setara,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SLB Ar Rosyid Sri Sutrisno Jemirahan Jabon, Akhmad Budiono, S.Pd menjelaskan kalau kondisi masyarakat ini masih kurang pemahamannya terhadap disabilitas. Makanya kami bernisiatif memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang keberadaan anak-anak yang berkebutuhan khusus.
Kegiatan yang dikemas dengan bentuk ‘Sosialisasi Harmonisasi Toleransi Disabilitas se Kecamatan Jabon’ ini, sekaligus dilakukan dengan kegiatan lomba mewarnai, yang diikuti oleh beberapa perwakilan SLB Sidoarjo, Dharma Wanita Sidoarjo, SLB Porong dan disabilitas se Kecamatan Jabon.(mad)







