SIDOARJO (RadarJatim.id) – Jalur tengkorak di simpang tiga Traffic Light (TL) Jalan Raya Balongbendo, Sidoarjo, kembali memakan korban jiwa. Rabu (14/1) sore, sebuah truk kontainer 40 feet terguling sesaat setelah lampu hijau menyala dan menimpa pengendara sepeda motor. Seorang pekerja pabrik tewas mengenaskan di lokasi kejadian.
Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 15.40. Truk trailer bernomor polisi L 8034 UDC melaju dari arah Surabaya menuju Mojokerto. Baru beberapa meter meninggalkan garis lampu merah, kendaraan besar tersebut tiba-tiba oleng lalu terguling. Boks kontainer bermuatan kertas jatuh ke sisi jalan dan menimpa sepeda motor yang berada di dekat persimpangan.
Korban diketahui bernama Iwan Susilo, 48, warga RT 7/RW 3 Desa Jabaran, Kecamatan Balongbendo. Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter Z nopol W 6497 NCB dan dinyatakan meninggal dunia di tempat akibat tergencet peti kemas.
Salah seorang warga sekitar, Hendy menuturkan, korban melaju dari arah barat dan hendak berputar balik untuk menyeberang di ujung persimpangan.
“Korban itu dari arah barat, mau putar balik menyeberang. Kemungkinan truknya melaju kencang dan tidak menguasai medan, akhirnya terguling dan menimpa pengendara motor,” ujar Hendy.
Sementara itu, sopir truk trailer, Hendrik Santoso, 28, warga Tambak Asri Tanjung, Surabaya, mengaku tidak mengetahui jika kontainer yang dibawanya menimpa pengendara sepeda motor.
“Setelah lampu hijau jalan, baru beberapa meter tiba-tiba truk terguling. Saya tidak tahu kalau sampai menimpa pengendara motor,” katanya singkat kepada petugas.
Kapolsek Balongbendo Kompol Sugeng Sulistiyono membenarkan adanya kecelakaan maut tersebut. Ia memastikan korban meninggal dunia akibat tertimpa boks kontainer.
“Benar, telah terjadi kecelakaan truk trailer bermuatan kontainer di TL Balongbendo. Satu pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian karena tertimpa kontainer,” jelasnya.
Proses evakuasi korban berlangsung cukup lama karena posisi jenazah terjepit di bawah box kontainer. Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, dan tenaga medis mengerahkan tiga unit alat berat forklift serta dua ambulans untuk mengangkat peti kemas dan mengevakuasi korban. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Anwar Medika, Balongbendo, untuk keperluan visum.
Selain merenggut nyawa, kecelakaan ini juga menyebabkan kemacetan parah di jalur Krian–Mojokerto. Badan truk kontainer menutup sebagian besar ruas jalan dari arah timur ke barat, membuat antrean kendaraan mengular dari arah timur dan utara.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi kendaraan, muatan, serta sopir truk trailer tersebut. (RJ/Red)







