KEDIRI (RadarJatim.id) –– Pemerintah Kabupaten Kediri memperketat pengawasan pembangunan Pasar Ngadiluwih menyusul belum rampungnya proyek tersebut hingga pertengahan Januari 2026.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri mencatat progres fisik pembangunan baru mencapai 97,7 persen. Kepala Disdagin Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengatakan, progres tersebut belum sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati sejak awal pelaksanaan proyek.
“Kalau dilihat dari time schedule, seharusnya pekerjaan sudah selesai. Persentasenya memang tinggi, tetapi masih ada sejumlah pekerjaan penting yang belum tuntas,” kata Tutik saat meninjau Pasar Ngadiluwih, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, keterlambatan penyelesaian proyek salah satunya dipicu oleh terbatasnya jumlah tenaga kerja di lapangan. Saat ini, hanya sekitar 51 pekerja yang menangani 13 titik pekerjaan tersisa.
“Dengan jumlah pekerja seperti itu, tentu sulit mengejar percepatan. Idealnya jumlah tenaga kerja ditambah agar target bisa tercapai,” ujarnya.
Selain itu, Disdagin juga menyoroti persoalan material yang belum terpasang. Beberapa komponen bangunan, termasuk pintu masuk pasar, disebut belum terpasang meskipun materialnya telah tersedia.
“Ini menjadi catatan kami karena berdampak langsung pada lambatnya penyelesaian pekerjaan,” tutur Tutik.
Pembangunan Pasar Ngadiluwih awalnya ditargetkan rampung pada 23 Desember 2025. Namun karena belum selesai, kontrak proyek diperpanjang hingga 30 Desember 2025. Pada batas waktu tersebut, pekerjaan masih juga belum tuntas.
Setelah dilakukan evaluasi dan konsultasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Pemkab Kediri memberikan tambahan waktu selama 30 hari sejak 31 Desember 2025 dengan ketentuan denda sebesar Rp 23 juta per hari.
“Denda ini diharapkan mendorong kontraktor melakukan percepatan pekerjaan,” kata Tutik.
Namun, hingga pertengahan Januari 2026, Disdagin menilai belum terlihat perubahan signifikan dalam pelaksanaan di lapangan. Jumlah pekerja dinilai masih terbatas dan metode kerja belum mengalami peningkatan.
Pemkab Kediri menargetkan proyek Pasar Ngadiluwih dapat diselesaikan pada 29 Januari 2026. Jika target tersebut kembali tidak tercapai, pemerintah daerah menyiapkan langkah lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pasar Ngadiluwih dirancang untuk menampung 702 pedagang, terdiri atas 47 kios dan 11 area kuliner. Proyek dengan nilai anggaran Rp 23,8 miliar ini diharapkan menjadi penggerak baru aktivitas ekonomi di wilayah selatan Kabupaten Kediri. (rul)







