SIDOARJO (RadarJatim.id) — Usai ditetapkan sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri 2025, ribuan siswa SMP Negeri 2 Sukodono membuat gebrakan baru, yakni dengan menyerukan sekolah bebas dari sampah plastik, termasuk sampah plastik minuman kemasan dan melakukan gerakan wajib membawa tumbler dan kotak makan setiap hari.
Gerakan tersebut telah disosialisasikan di lingkungan sekolah, yang langsung dikampanyekan oleh ribuan siswa, mulai siswa kelas VII, VIII dan IX sambil membawa Tumbler dan Piagam dan Piala Adiwiyata yang telah diraihnya.
Mereka keliling sekitar sekolah yang ada di Desa Plumbungan Sukodono Sidoarjo, pada (15/1/2026) pagi.
Sebelumnya, Kepala SMP Negeri 2 Sukodono Mar’atus Solicha, S.Pd M.Pd memberikan arahan kepada peserta didiknya, bahwa pada tanggal 10 Desember 2025 lalu sekolah kita mendapatkan gelar Sekolah Adiwiyata Mandiri.

Keberhasilan itu merupakan capaian kerja keras kita semua warga sekolah. Mulai dari tukang kebun, para bapak/ibu gurunya, Satpamnya, utamanya semua para siswa, dan tidak kalah pentingnya adalah tim penggerak Adiwiyata. “Sehingga hari ini merupakan syukuran prestasi Adiwiyata, sekaligus melakukan kegiatan ramah lingkungan hidup,” jelas Mar’atus Solicha.
Lanjutnya, setelah kita memperoleh penghargaan Adiwiyata Mandiri, tidak terus berhenti dengan berbangga hati saja, tetapi kita lakukan kegiatan perilaku ramah lingkungan hidup menjadi pembiasaan di sekolah kita.
Ia terangkan, ada beberapa poin yang wajib kita lakukan, diantaranya kebersihan dan sanitasi, pemeliharaan dan penanaman pohon, konservasi air dan konservasi energy, termasuk juga terkait inovasi dan publikasi serta kampanye. “Makanya hari ini merupakan kampanye kegiatan ramah lingkungan hidup di sekolah kita bebas dari sampah plastik,” tegas Bu Mar’atus_sapaan akrabnya.
“Semoga kegiatan Adiwiyata di sekolah kita bisa terus berjalan secara konsisten, dan sekolah kita patus menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri yang menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah yang lain,” doa Bu Mar’atus Solicha.
Dalam kesempatan tersebut pihak sekolah telah menghadirkan, Perwakilan dari Dinas LHK Sidoarjo, para juga para Kepala Sekolah yang pernah bertugas di SMP Negeri 2 Sukodono, juga hadir Pengawas Pembina dari Dinas Dikbud Sidoarjo serta Pengawas Pembina Adiwiyata.
Pengawas Pembina Adiwiyata, Drs.Imronsyah,M.Pd juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar SMP Negeri 2 Sukodono, yang mana telah bekerja dengan keras dan tidak putus asa, mulai dari Adiwiyata Kabupaten, Adiwiyata Provinsi, Adiwiyata Nasional hingga Adiwiyata Mandiri.

“Alhamdulillah tidak ada kendala suatu apapun, ini menunjukkan bahwa kolaborasi, kompak, kinerja yang sangat luar biasa,” ucapnya.
“Kita tinggal mempertahankan, agar budaya perilaku ramah lingkungan hidup di SMP Negeri 2 Sukodono tidak berhenti, namun terus ditindaklanjuti secara konsisten. Dengan keberhasilan Adiwitaya Mandiri, berarti SMP Negeri 2 Sukodono adalah sekolah yang luar biasa,” pungkasnya.
Kabid Dinas LHK Sidoarjo Hari Susanto, S.Sos MM sangat agar bisa mempertahankan predikat Adiwiyata Mandiri ini dengan sebaik-baiknya. Kami dari Dinas LHK Sidoarjo sangat berkomitmen terkait dengan pendampingan Adiwiyata Nasional maupun Adiwiyata Mandiri.
“Untuk tahun 2026 target kami adalah sekitar 63 pendampingan. Proses pendampingannya mulai tanggal 13 Januari hingga 13 Februari 2026. Mohon doanya, semoga yang kami dampingi bisa mendapatkan Adiwiyata Nasional 2026 maupun Adiwiyata Mandiri,” harap Hari Susanto.(mad)







