SIDOARJO (RadarJatim.id) — Di tengah derasnya arus modernisasi, globalisasi, dan perkembangan zaman yang begitu pesat, generasi muda saat ini cenderung lebih menyukai budaya Barat.
Kondisi tersebut dapat dilihat dari ketertarikan terhadap makanan, bahasa, kesenian, hingga perilaku yang bernuansa kebarat-baratan.
Implikasinya, tidak sedikit generasi muda yang mulai meninggalkan budaya dan tradisi daerahnya, termasuk budaya Jawa. Jika kondisi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin budaya dan adat istiadat Jawa akan semakin tergerus, bahkan terancam punah.
Berangkat dari keprihatinan tersebut, Kepala SD Negeri Berbek, Sri Indarti, S.Pd., M.M., menggagas sebuah program pelestarian budaya Jawa yang dikemas dalam kegiatan bertajuk ‘Sabda Jawa’.
Yang telah dilaunching sangat meriah, pada (31/1/2026) di SD Negeri Berbek, Desa Berbek, Kec Waru Sidoarjo.
Kegiatannya diisi dengan berbagai penampilan dan aktivitas bernuansa budaya Jawa, seperti macapat, panembrama, pengenalan makanan khas tradisional, tarian daerah, serta lagu-lagu berbahasa Jawa.
Dihadiri oleh seluruh siswa SD Negeri Berbek, wali murid, komite sekolah, paguyuban sekolah, serta tamu undangan, di antaranya pencipta panembrama Drs. Soetomo dan budayawan dari Surabaya, Soebroto.
Menurut Sri Indarti, ‘Sabda Jawa’ merupakan akronim dari (Sabtu Budaya Jawa). Artinya, setiap hari Sabtu seluruh warga sekolah akan menerapkan nilai-nilai budaya Jawa dalam kehidupan sekolah.
“Mulai dari penggunaan bahasa Jawa, tata busana, konsumsi makanan tradisional, hingga permainan yang mengangkat tradisi Jawa,” jelasnya.
Kepala Sekolah selaku penggagas program ini berpesan agar para peserta didik tumbuh rasa cinta dan bangga terhadap budaya Jawa. “Sebagai generasi penerus, anak-anak diharapkan tidak hanya mengenal, tetapi juga melestarikan budaya leluhur dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.
Rangkaian acara diawali dengan senam Butho Galak dan senam Sidoarjo. Dilanjutkan dengan pembacaan panembrama dan tembang macapat.
Juga berbagai tarian tradisional turut ditampilkan, antara lain Tari Menthog-Menthog, Tari Perahu Layar, dan Tari Gundul-Gundul Pacul.

Suasana semakin semarak dengan penampilan ‘stand up comedy show’ bertema budaya serta aneka atraksi dolanan tradisional, seperti cublak-cublak suweng, gobak sodor, bakiak raksasa, engklek, bathok, egrang, hula hoop, hingga permainan gelang karet.
Pada sesi penutup, para tamu undangan diberi kesempatan untuk mencicipi beragam makanan khas Jawa yang disajikan, di antaranya onde-onde, nagasari, lemper, getuk lindri, koci-koci, lopis, jemblem, jadah, jenang, serta aneka jajanan tradisional lainnya.
Melalui program ‘Sabda Jawa’ ini berharap dapat menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini. “Sekaligus menjadikan sekolah sebagai ruang pelestarian budaya Jawa yang hidup dan membumi di tengah tantangan zaman,” harap Bu Sri Indarti.(mad)







