SIDOARJO (RadarJatim.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo melalui Inspektorat benar-benar serius dalam mewujudkan birokrasi Pemerintah Desa (Pemdes) yang berintegritas, kredibel dan bersih dari praktik-praktik korupsi dengan memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan pengelolaan keuangan desa di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Salah satu contoh, pihak Inspektorat Kabupaten Sidoarjo telah melakukan inspeksi atau turun ke lapangan setelah mendapatkan aduan dari masyarakat terkait adanya dugaan penyelewengan dalam pengelolaan keuangan Desa Sawohan, Kecamatan Buduran pada Tahun Anggaran (TA) 2023 hingga TA 2025, Selasa (10/2/2026).
Mansur salah satu warga yang telah membuat pengaduan adanya dugaan penyelewengan pengelolaan keuangan Desa Sawohan ke Inspektorat Kabupaten Sidoarjo mengatakan bahwa dirinya melihat tim Inspektorat melakukan inspeksi ke lokasi proyek didampingi oleh beberapa perangkat Desa Sawohan.
“Tadi siang, saya melihat tim Inspektorat melakukan inspeksi ke proyek pembangunan di Desa Sawohan,” katanya.
Ia berharap Inspektorat Kabupaten Sidoarjo bisa bersikap profesional dan proporsional dalam melakukan audit terhadap pengelolaan keuangan Desa Sawohan. Karena dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan Desa Sawohan ini berpotensi merugikan keuangan negara hingga ratusan juta rupiah.
“Kami berharap Inspektorat bisa bekerja profesional dan proporsional agar dugaan penyelewengan anggaran dalam pengelolaan keuangan Desa Sawohan dapat terungkap. Dan, warga tidak dirugikan dengan ulah oknum pejabat Desa Sawohan yang serakah,” harapnya.
Hariyanto selaku Kepala Inspektur Pembantu (Irban) 4 Inspektorat Kabupaten Sidoarjo membenarkan bahwa tim audit telah turun ke lapangan untuk memastikan bangunan fisik atau infrastruktur sudah terealisasi keseluruhan.
Ditegaskan oleh Hariyanto bahwa pihaknya tidak akan pandang bulu dalam menangani setiap pengaduan dari masyarakat terkait adanya dugaan penyelewengan dalam pengelolaan keuangan desa.
“Tadi teman-teman turun ke lapangan untuk memastikan bangunan fisik, apakah sudah terealisasi keseluruhan? Untuk sementara, hasil telaah kami seperti itu. Nanti selanjutnya akan kita lihat kesesuaian anggaran yang sudah dikeluarkan dengan realisasi bangunan fisik dilapangan. Mohon waktunya, kami akan kooperatif dan tanpa pandang bulu dalam menangani setiap pengaduan,” tegasnya.
Tim Inspektorat Kabupaten Sidoarjo turun ke lapangan untuk melakukan audit keuangan, khususnya yang melibatkan konstruksi atau cek lokasi proyek untuk memastikan keberadaan, kondisi dan nilai wajar aset.
Cek Fisik atau Physical Inspection/Verification merupakan prosedur auditor untuk melihat dan memeriksa langsung aset berwujud atau kemajuan fisik pekerjaan proyek di lapangan guna membuktikan keberadaan dan kualitasnya.
Inspeksi Lapangan atau Site Inspection/Site Visit merupakan kunjungan langsung ke lokasi proyek untuk memverifikasi kesesuaian antara laporan tertulis (kontrak/Laporan Kemajuan Pekerjaan) dengan kondisi aktual, termasuk memeriksa material yang digunakan dan kualitas pekerjaan.
Verifikasi Aset adalah Proses memastikan bahwa aset berwujud benar-benar ada, terpasang dan memiliki kondisi yang sesuai dengan nilai yang tercatat dalam laporan keuangan.
Audit Konstruksi atau Construction Audit merupakan pemeriksaan mendalam yang mencakup aspek keuangan, operasional dan kepatuhan, termasuk cek lokasi untuk memastikan biaya yang dikeluarkan sesuai dengan pagu anggaran yang dilaporkan. (mams)






