SIDOARJO (RadarJatim.id) Untuk merayakan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167 dan menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Ketua Kelompok Fraksi Komisi VII DPR RI, Ir. H.Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol (BHS) melakukan ziarah ke Pesarean Bupati pertama Sidoarjo, Raden Tumenggung Panji (R.T.P.) Tjokronegoro I dan makam Bupati ketiga Sidoarjo RT Soemodirdjo di Pendopo Pesarehan Asri Hing Pendhem, Rabu (18/02/2026).
BHS menyampaikan bahwa ziarah ke makam para tokoh pendiri daerah bukan sekadar tradisi spiritual namun menjadi momentum refleksi sejarah dan kepemimpinan. Dimana para pemimpin masa lalu telah meletakkan fondasi penting bagi berdirinya Sidoarjo sebagai daerah mandiri.
“Ziarah ini rutin kami lakukan sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada para pendahulu, khususnya Eyang Tjokronegoro dan Bupati ketiga Sidoarjo. Beliau-beliau inilah yang membangun dasar kemakmuran Sidoarjo,” kata Bambang Haryo Soekartono.
Founder BHS Peduli ini menyampaikan bahwa Bupati Sidoarjo Pertama Tjokronegoro I memiliki peran strategis dalam sejarah Sidoarjo. Selain membangun Masjid Agung sebagai pusat kehidupan keagamaan masyarakat, Eyang Tjokronegoro juga memisahkan pemerintahan yang sebelumnya menyatu dengan Surabaya hingga akhirnya Sidoarjo berdiri sebagai daerah otonom.

“Ini sejarah penting yang tidak boleh dilupakan. Dari kepemimpinan beliau, Sidoarjo lahir sebagai daerah sendiri dan mulai membangun identitas serta kesejahteraan masyarakatnya,” terang Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini.
Politisi peraih suara terbanyak dari daerah pemilihan Surabaya-Sidoarjo pada pileg DPR RI 2024 ini menegaskan bahwa nilai-nilai kepemimpinan para bupati terdahulu patut dijadikan teladan oleh pemimpin daerah saat ini. Semangat pengabdian, keberanian mengambil keputusan, serta orientasi pada kemakmuran rakyat merupakan warisan penting yang relevan hingga sekarang.
“Ini menjadi pengingat bagi kita semua, termasuk bupati dan wakil bupati yang menjabat saat ini, untuk meneladani kepemimpinan para pendiri Sidoarjo,” katanya.
Agar nilai kepemimpinan di masa lalu bisa diambil contoh, Pihaknya mendorong keterlibatan generasi muda dalam memahami sejarah lokal. BHS berharap agar sekolah-sekolah di Sidoarjo turut berperan aktif mengenalkan tokoh pendiri daerah melalui kegiatan edukatif, termasuk ziarah sejarah.
“Generasi muda harus tahu siapa pendiri daerahnya. Sekolah-sekolah bisa mengarahkan siswa untuk belajar langsung ke tempat bersejarah seperti Pesarean Eyang Cokronegoro, agar sejarah tidak hanya dibaca, tetapi juga dirasakan,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, BHS mengajak puluhan anak yatim piatu untuk ikut serta mengirim doa di Pendopo Pesarehan Asri Hing Pendhem dan seusai acara memberikan santunan dan bingkisan kepada para yatim piatu dan penjaga pesarean.
BHS menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada masyarakat Sidoarjo menjelang Ramadan. Sekaligus mengucapkan selamat ibadah puasa bagi mereka yang menjalankannya.
“Semoga Ramadan ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Sidoarjo. Ibadah kita dilancarkan, diberikan kekuatan, dan diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tutup BHS. (RJ1)







