SIDOARJO (Radar Jatim.id) Momentum Hari Ibu yang selalu diperingati setiap tanggal 22 Desember 2021 dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh SMA Perlaungan Waru Sidoarjo. Yakni seluruh pelajar mengapresiasikn rasa bangga dan terima kasihnya pada Sang Ibu.
Segenap siswa berseragam Pramuka lengkap dengan membawa setangkai bunga mawar merah yang ditaburkan kedalam baskom berisi air, hingga memunculkan semerbak wewangian untuk membasuh dan mencuci kaki ibu atau ayahnya. Siswa ingin selebrasi merayakan acara Hari Ibu di moment penerimaan Raport oleh sekolah kepada siswa dengan wali murid, pada (18/12/2021) siang.
Kegiatan diawali dengan Selebrasi Profil Pelajar Pancasila, dengan lantunan Syair Aqidatul Awwam atau cerita Tarikh Islam melalui pujian yang dibawakan siswa siswi kelas Akselerasi.
Kepala SMA Islam Parlaungan Sidoarjo, Ustaadz Slamet, S.Si, M.Pd mengantarkan laporan capaian peserta didik selama satu semester, baik capaian prestasi siswa dalam akademik, non akademik hingga proyek Profil Pelajar Pancasila sebagai aktualisasi SMA Islam Parlaungan sebagai salah satu pelaksana program Sekolah Penggerak.

Jadi, semua siswa harus menikmati proses pembelajaran dengan konsep Merdeka Belajar, sehingga terlayani sebagaimana kebutuhan yang diinginkan. ”Melalui Merdeka Belajar, kami selaku pihak sekolah mendapatkan informasi banyak bagaimana gaya belajar, pemetaan kompetensi, dan bagaimana guru guru di sekolah berinovasi menciptakan pembelajaran bermakna bagi siswanya,” tutur Ust Slamet, pada (21/12/2021) tadi.
Kegiatan juga diisi dengan drama ‘Malin Kondang Bukan Nak Durhaka’ diperankan sederhana, namun tetap menghibur dan tersampaikan pesannya. Seluruh wali murid dan hadirin dibuat tersenyum melihat aksi kocak siswa siswi membawakan ceritanya. Terakhir, para siswa bersimpuh di depan kursi orangtuanya untuk membasuh kaki ibunya, dengan diiringi puisi dan suara cantik melalui kidung lagu Bunda, Melly Goeslow.
Suasana haru dan derai air mata tak dapat dibendung, baik itu murid laki-laki maupun perempuan. “Sekolah memberikan waktu intim anak untuk mengenal dan memahami ibunya. Suasana tangis haru terus mengiringi selebrasi Profil Pelajar Pancasila,” pungkas Ust Slamet. (aim)







