SIDOARJO (RadarJatim.id) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo, H. Usman, M.Kes mengundang ratusan orang dalam acara buka puasa bersama (bukber) dirumahnya yang berada di kompleks perumahan Puri Indah nomor 12, Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo, Rabu (20/03/2024).
Orang-orang yang diundang dalam acara bukber tersebut terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari awak media, aktivis, tokoh masyarakat, tokoh agama, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan lain-lain.
Dalam acara tersebut tampak hadir juga Idham Kholiq Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sidoarjo, H. Kholik mantan Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, H. Khoiri dan Nanang Haromain mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo serta beberapa wartawan senior.
H. Usman mengatakan bahwa acara bukber dikediamannya merupakan rasa syukur dirinya yang masih dipercaya oleh masyarakat sehingga terpilih kembali sebagai anggota DPRD Sidoarjo periode 2024-2029.
“Tidak ada yang khusus, namun acara hari ini sebagai perwujudan rasa syukur saya yang kembali dipercaya sebagai wakil rakyat,” katanya.
Pria yang sudah menyatakan maju sebagai bakal calon (balon) Bupati Sidoarjo pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bulan November 2024 nanti itu, tidak lupa mengucapkan rasa terima kasihnya kepada masyarakat dan semua pihak yang ikut terlibat sehingga dirinya bisa terpilih kembali sebagai wakil rakyat pada Pemilihan Umum (Pemilu) 14 Februari lalu.
“Tidak lupa juga, saya mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya,” ucapnya.
Setelah sambutan singkat dari H. Usman atau biasa disapa Abah Usman itu, dilanjutkan dengan ceramah agama sambil menunggu buka puasa tiba yang disampaikan oleh KH. Zainal Abidin, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatu Ulama (PCNU) Sidoarjo.
Dalam ceramah agamanya, KH. Zainal Abidin menyampaikan bahwa bulan Ramadhan adalah moment yang pas untuk menghilangkan dosa atau mensucikan diri dengan menjalankan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya serta saling memaafkan antar sesama manusia.
Diakhir ceramah agamanya, tiba-tiba saja ada salah satu wartawan senior yang bertanya terkait sikap PCNU Sidoarjo terhadap Abah Usman yang maju sebagai balon Bupati Sidoarjo 2024 dengan banyaknya baliho yang tersebar di beberapa titik.
“Kami mendukung semua calon yang akan maju dengan harapan membawa kebaikan dan kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Sidoarjo,” jawabnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Sidoarjo H. Isa Hasanuddin mengungkapkan bahwa pemasangan baliho atau banner Abah Usman di beberapa tempat itu, arahnya untuk kegiatan politik.
“Itu sesuatu yang wajar, mengingat Pak Usman sudah waktunya naik ke tingkat yang lebih terhormat, ” ungkap Isa Hasanudin saat mendampingi KH. Zainal Abidin dikediaman Abah Usman.
Menurut pria yang akrab dipanggil Cak Isa itu bahwa Abah Usman harus diberi kesempatan lebih tinggi, yaitu sebagai Bupati Sidoarjo. Karena Abah Usman sudah 4 periode menjadi anggota DPRD Sidoarjo, mulai menjadi anggota biasa hingga ketua seperti saat sekarang ini.
“Setelah menjadi ketua dewan. Di dewan kan tidak ada lagi jabatan lebih tinggi dari ketua, jadi ya harus naik menjadi Bupati,” ucapnya.
Sebagai partai politik (parpol) pemenang Pemilu 2024 di Kabupaten Sidoarjo, sangat wajar kalau PKB membidik posisi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo periode 2024-2029.
Namun, Cak Isa menyarankan agar PKB tidak memaksakan diri untuk mengusung kadernya sendiri sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) pada Pilkada Sidoarjo bulan November 2024 nanti.
“Bila tidak ada kader yang baik, Cawabupnya bisa datang dari partai lain. Meskipun PKB bisa mengusung pasangan sendiri,” ujarnya.
Bagi mantan anggota DPRD Sidoarjo itu, siapapun Cabup dan Cawabupnya syaratnya harus dari kalangan nahdliyin. (mams)







