SIDOARJO (RadarJatim.id) — Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur Adam Rusydi, S.Pd M.Pd siap membantu Sarpras (Sarana dan Prasarana) dengan skala prioritas untuk sekolah jenjang SMA/SMK/SLB Negeri yang ada di wilayah Sidoarjo hingga senilai Rp 300 juta melalui program Pokir (Pokok Pikiran) Anggota Dewan.
Hal tersebut ditegaskan Adam Rusydi saat menjalankan program ‘Serap Aspirasi Reses’ Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Masa Persidangan II Tahun 2025-2026, pada (11/2/2026) pagi Aula di SMA Negeri 3 Sidoarjo.
Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Sidoarjo, Dr. Kiswanto, M.Pd, tuan rumah Kepala SMA Negeri 3 Sidoarjo, juga Ketua MKKS SMA Negeri 1 Sidoarjo Dr. Karyanto, M.Pd dan diikuti oleh Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB Negeri, Komite Sekolah SMA/SMK/SLB Negeri, Waka Kesiswaan, Waka Sarpras, juga guru SMA/SMK/SLB Negeri se Sidoarjo.
Kepala SMA Negeri 3 Sidoarjo, Wiwik Tri Ernawati, S.Sos mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kepercayaannya SMA Negeri 3 Sidoarjo sebagai tuan rumah. “Semoga kegiatannya berjalan dengan baik, dan bermanfaat bagi kita semua,” ucapnya.
Dalam pembukannya, kehadiran Adam Rusydi di tengah-tengah para kepala dan guru SMA/SMK Sidoarjo ini akan membantu meringankan pembangunan yang dilakukan oleh sekolah-sekolah. Karena saya tahu persis kebutuhan sekolah terus berkembang, apalagi khususnya SMK yang sudah memasuki era mobil listrik.
“Apakah SMK sekarang ini peralatannya sudah memadai, apakah sudah betul-betul sudah siap menuju dunia global, yang hari ini terus berkembang di era digital 5.0. Perlu diketahui anggaran Pemerintah Provinsi Jatim juga sangat terbatas,” katanya.
Adam Rusydi juga sudah mengetahui ada beberapa sekolah yang mengajukan renovasi/perbaikan namun belum terlaksana, karena anggarannya memang tidak mencukupi. “Oleh karena itu saya ingin mencoba mempelopori seluruh DPRD Jatim agar seluruh program Pokirnya bisa disalurkan ke SMA/SMK di Dapilnya masing-masing,” ungkap politisi Golkar ini.
Lanjutnya, di tahun kedua saya ini secara jaringan sudah cukup kuat, sudah saatnya saya mengembangkan jaringan bukan untuk cari suara, tetapi untuk menebar kemanfaatan dan kebaikan. “Kalau saya cari suara di SMA/SMK tidak akan dapat, karena di sekolah bukan tempat kampanye, tetapi sekolah tempat untuk mencari ilmu. Tempat untuk menempa generasi masa depan bangsa,” tegas Mas Adam_sapaan akrabnya.
Dalam sesi diskusi, masukan dan tanya jawab hampir semua perwakilan sekolah mengungkapkan permasalahannya, mulai dari masalah sekolah yang belum memiliki perizinan, gedung rusak/dimakan rayap, sekolah banjir, gaji guru honorer yang belum memadai, kesejahteraan guru.

Termasuk juga masalah tentang pendidikan siswa yang terus diperkuat skillnya, komite minta gaji, uang makan guru yang sudah tidak ada. Bahkan ada sekolah yang terkena pencemaran udara dari pabrik-pabrik, hingga perlindungan hukum bagi guru.
Menanggapi permasalahan yang begitu banyak, Adam Rusydi langsung menegaskan kalau komite minta gaji itu tidak bisa. “Kita akan jawab terus terang yang bisa dibantu, dan yang tidak bisa dibantu akan saya katakan secara jujur dan terbuka,” jelas Adam Rusydi.
Jadi mulai sekarang silahkan memanfaatkan Pokir bisa masuk sekolah dengan mengajukan senilai anggaran Rp 300 juta, dan harus cair. “Silahkan dimanfaatkan dengan betul, dan saya juga titip pendidikan anak bangsa ini bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.
Sebagai penutup, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo Dr. Kiswanto juga mengingatkan kepada seluruh jajarannya agar bisa memanfaatkan bantuan Pokir Rp 300 juta ini. “Ajukan dengan skala prioritas, dan saya akan kawal hingga betul-betul cair senilai Rp 300 juta,” tegas Kiswanto.(mad)







