SIDOARJO (RadarJatim.id) – H. Bambang Pujianto, S.Sos, M.Si Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo kembali bersuara untuk mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.
Kali ini, politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu mengingatkan Pemkab Sidoarjo terkait Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kinerjanya dirasa kurang maksimal. Khususnya OPD-OPD yang menjadi mitra kerja dari Komisi B DPRD Sidoarjo.
Bambang Pujianto mengatakan bahwa secara keseluruhan, pihaknya tetap memberikan apresiasi kepada Pemkab Sidoarjo terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah memenuhi target dalam Tahun Anggaran (TA) 2025 kemarin.
Target yang telah dirumuskan oleh Tim Anggaran (Timgar) Pemkab Sidoarjo bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sidoarjo untuk TA 2025 sebesar Rp 5.452.565.668.769 menjadi Rp 5.460.219.276.846 atau mengalami peningkatan sebesar Rp 7.562.608.077.
“Kami tetap memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemkab (Sidoarjo, red) terkait adanya peningkatan PAD pada TA 2025 kemarin,” kata Bambang Pujianto saat dikonfirmasi RadarJatim.id melalui telephone selulernya, Minggu (04/01/2025).
Menurut anggota Fraksi Gerindra DPRD Sidoarjo itu bahwa ada beberapa hal yang harus di evaluasi oleh Pemkab Sidoarjo terkait kinerja anak buahnya dilapangan dalam upaya meningkatkan PAD Sidoarjo.
Khususnya OPD-OPD sebagai sumber penghasil PAD yang tidak memenuhi target, baik yang melalui retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha, retribusi perijinan tertentu maupun melalui lain-lain pendapatan yang sah.
“Sumber PAD yang tidak memenuhi target maupun yang memenuhi target, tetap perlu dilakukan evaluasi agar ada intensifikasi dan ekstensifikasi oleh OPD penghasil,” terangnya.
Sebab, masih banyak OPD-OPD dilingkungan Pemkab Sidoarjo yang belum mampu memenuhi target pendapatan pada TA 2025 lalu. Seperti pada retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha dan lain-lainnya.
Untuk itu, legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sidoarjo 2 (Jabon, Porong, Tanggulangin dan Candi) itu mendorong Pemkab Sidoarjo untuk segera melakukan studi, kajian dan analisa terhadap potensi-potensi yang bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan.
“Ada banyak potensi-potensi yang bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan daerah. Untuk itu, kami mendorong Pemkab Sidoarjo untuk segera melakukan kajian dan analisa terkait potensi-potensi tersebut,” tegasnya. (mams)







