SIDOARJO (RadarJatim.id) Founder Bambang Haryo Soekartono (BHS) disambati pedagang grosir sayur pasar Porong, akan mahalnya bunga bank, Kamis (30/11/2023). Saat itu, BHS bersama tim BHS Peduli berkunjung ke pasar Porong untuk meninjau pemindahan pedagang sayur.
Saat hadir di stand grosir sayur Pasar Porong, Caleg DPR RI Dapil 1 Surabaya-Sidoarjo dari Partai Gerindra ini mendapatkan keluhan dari para pedagang. Mereka mengeluh besarnya suku bunga kredit stand yang sampai 5 persen perbulannya.
“Bunga banknya tinggi, total harga stand nya Rp. 38 juta saya cicil selama 2 tahun kalau saya hitung sekitar Rp. 46 jutaan lebih hampir Rp. 50 juta,” kata salah satu pedagang sayur.
Selaku pedagang lama, pihaknya tidak bisa berbuat banyak saat dialihkan berdagang dilokasi baru. Untuk lokasi baru diakui memang lebih memadai dibandingkan jualan dilokasi lama. Hanya persoalan bunga bank yang dinilai mahal, sedangkan bangunan baru yang dikeluhkan atau ada yang bocor saat musim hujan.
Seperti diketahui, grosir sayur di Pasar Porong yang baru saja diresmikan dibangun dari APBD dan swadaya paguyuban melalui pembiayaan dari Bank Delta Artha milik Pemkab Sidoarjo.
Ir H Bambang Haryo Soekartono yang mendapat keluhan bunga bank yang masih tinggi terhadap pelaku usaha mikro kecil menengah ini menegaskan bakal segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Termasuk Komisi B DPRD Sidoarjo Bambang Pujianto yang merupakan anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Sidoarjo.
“Sangat tidak masuk akal dan tidak manusiawi, karena UMKM atau usaha mikro itu harus diberikan bunga yang rendah. Kalau di BUMN itu bunga nya 6 persen pertahun harus nya di BUMD bisa 3 persen juga. Tapi kenapa disini mereka menerapkan bunga 5 persen perbulan kalau dikali selama 1 tahun jadi 60 persen,” kata Dewan Pakar Partai Gerindra ini.
Anggota DPR RI periode 1999-2014 ini menambahkan hal ini menjadi perhatian, dan meminta pemerintah melalui dinas terkait untuk merubah suku bunga kredit stand para pedagang di grosir sayur menjadi 3persen sesuai ketentuan kredit untuk UMKM.
“Kalau suku bunganya gak dirubah, saya siap untuk menjembatani para pedagang ke bank BUMN untuk di take over. BUMD harusnya lebih murah suku bunganya untuk UMKM,” pungkasnya. (RJ1/RED)







