SIDOARJO (RadarJatim.id) Anggota DPR RI terpilih dari Partai Gerindra daerah pemilihan Surabaya-Sidoarjo, Ir H Bambang Haryo Soekartono mendesak agar pembangunan jembatan bailey di Desa Kedungpeluk, Kecamatan Candi untuk dipercepat pembangunannya. Sebab saat dirinya meninjau lokasi, kerangka jembatan sudah datang namun belum ada pengerjaan.
“Pembangunan jembatan bailey harus dipercepat, agar aktivitas dan perekonomian warga Desa Kedungpeluk bisa kembali normal,” ujar Ir H Bambang Haryo Soekartono, saat meninjau jembatan ambruk di Kedungpeluk, Candi, Rabu (31/7/2024).
Disampaikan bahwa akibat jembatan ambruk lantaran dimakan usia, ekonomi warga menjadi terganggu. Termasuk para petambak terkendala akses menuju kota lantaran jembatan ambruk di Desa Kedungpeluk tersebut adalah akses utama warga menuju wilayah lain.

“Jembatan ini umurnya sudah lebih dari 30 tahun, butuh pengecekan atau biasanya lebh dari 20 tahun atau lebih 10 tahun ada pengecekan periode. Menurut Pak Kades sudah diusulkan perbaikan di 2020 sampai 2024, tidak ada respon dan akhirnya jembatan roboh,” tambahnya.
Ironisnya robohnya jembatan juga saat saat dilewati kendaraan kecil dan beruntung tidak sampai menimbulkan korban. Dan pihaknya menegaskan hal itu tidak boleh terjadi lagi di wilayah kabupaten Sidoarjo.
“Beruntung warga berinisitif membangun jembatan darurat sendiri jadi saat ini akses mobil sudah bisa melintas. Jembatan darurat ini tentu biayanya jangan dibebaknan kepada warga, tu harus diganti oleh Pemkab,” tegasnya.
Pihaknya secara pribadi juga menyumbangkan dana untuk jembatan darurat senilai Rp 10 juta yang diserahkan kepada Kades Kedungpeluk. Termasuk BHS Peduli juga menyumbangkan 50 ribu liter air bersih gratis untuk warga.
BHS juga menyoroti belum terpasangnya saluran air bersih dari PDAM ke warga Desa Kedungpeluk. Padahal di desa tersebut sudah terpasang 10 tahun yang lalu untuk jaringan pipa primer dan sekunder dan tinggal membangun saluran tersier menunggu ke rumah warga. (RJ/RED)







