KEDIRI (RadarJatim.id) — Setelah melalui masa perawatan panjang sejak Juni 2025, Bandara Dhoho Kediri akhirnya siap kembali beroperasi. Maskapai Super Air Jet menjadi yang pertama membuka kembali layanan penerbangan komersial dari bandara yang terletak di lereng Gunung Wilis tersebut.
Kabar menggembirakan itu disampaikan langsung oleh Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, saat menghadiri Final Party School Contest XVII Genzverse di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Jumat (24/10/2025) sore.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Dhito, sapaan akrabnya, mengumumkan, bahwa Super Air Jet akan kembali melayani rute Kediri –Jakarta mulai 10 November 2025 mendatang.
“Tadi pagi sekitar pukul 07.30 saya dapat kabar. Mulai tanggal 10 November, kalau tidak ada perubahan, Bandara Dhoho yang selama ini kita tunggu-tunggu akan mulai diaktivasi lagi,” ungkapnya di hadapan para peserta.
Pernyataan itu disambut hangat oleh masyarakat Kediri, mengingat sejak Juni lalu, Bandara Dhoho sempat berhenti beroperasi karena adanya maintenance rutin dan peningkatan fasilitas bandara. Selama masa perawatan, pihak pengelola melakukan serangkaian evaluasi, mulai dari perbaikan landasan pacu, pengecekan sistem penerangan, hingga peningkatan pelayanan terminal penumpang.
Tujuan dari maintenance tersebut adalah untuk memastikan kesiapan penuh bandara sebelum kembali melayani penerbangan reguler dengan standar keselamatan yang tinggi. Setelah semua proses selesai, Bandara Dhoho kini siap beroperasi kembali dengan kondisi yang lebih prima dan fasilitas yang lebih nyaman bagi para penumpang.
Super Air Jet, yang merupakan bagian dari Lion Group, dijadwalkan melayani penerbangan tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, dan Jumat.
“Semoga langkah ini dapat kembali menggairahkan ekonomi di Kediri dan sekitarnya, serta memudahkan mobilitas masyarakat menuju ibu kota,” ujar Mas Dhito penuh harap.
Ia menilai, kehadiran Bandara Dhoho bukan hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi baru bagi kawasan Kediri Raya.
“Bandara Dhoho ini adalah simbol kemajuan. Dengan konektivitas yang terbuka, investasi bisa masuk, pariwisata berkembang, dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” tambahnya.
Diketahui, Bandara Dhoho merupakan proyek strategis nasional yang dibangun oleh PT Gudang Garam Tbk melalui anak perusahaannya, PT Surya Dhoho Investama. Bandara ini menjadi satu-satunya bandara di Indonesia yang dibangun dengan investasi swasta murni.
Dengan kembali beroperasinya Bandara Dhoho, masyarakat Kediri kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Surabaya atau Malang untuk mendapatkan akses penerbangan menuju Jakarta.
Kembalinya aktivitas penerbangan di Bandara Dhoho pada 10 November mendatang menjadi momentum penting bagi masyarakat Kediri Raya, sekaligus menandai babak baru kebangkitan transportasi dan ekonomi di wilayah selatan Jawa Timur. (rul)




