SIDOARJO (RadarJatim.id) – Ruang Publik Sidoarjo (RPS) kembali menggelar dialog publik dengan tajuk ‘Mencari dan Memilih Calon Pemimpin Sidoarjo 2024’ di Kedai Bu Atiek belakang Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sidoarjo, Minggu (23/06/2024) malam.
Dalam dialog publik jilid III ini, RPS menghadirkan M. Sholeh Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo yang mendaftar melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), H. Haris Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) Sidoarjo yang sudah mendaftar ke Partai Amanat Nasional (PAN) dan Kusumo Adi Nugroho Bacawabup Sidoarjo dari PDI-P.
Selain menghadirkan 3 orang Calon Kepala Daerah (Cakada) Sidoarjo tersebut, acara yang dipandu Nanang Haromain, Founder Institute of Research and Public Development (IRPD) itu juga menghadirkan Baihaki Sirajt, Direktur Eksekutif Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) sebagai narasumber.
Baihaki mengatakan bahwa dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sidoarjo tahun 2024 ini, PKB berpotensi kalah jika tidak berhati-hati dalam memilih atau menempatkan Cabup-Cawabup yang akan diikutkan dalam kontestasi lima tahunan tersebut.
“PKB harus betul-betul jeli dalam mencari figur yang tepat, kalau ingin mempertahankan kemenangan selama 4 periode ini,” katanya.
Dijelaskan oleh Baihaki bahwa sejak Pilkada langsung yang digelar pertama kali pada tahun 2005 lalu, trend kemenangan PKB dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Sidoarjo selalu mengalami penurunan.
Pada Pilbup Sidoarjo tahun 2005, PKB memenangkan kontestasi dengan perolehan suara sebesar 67 persen. Pilbup Sidoarjo 2010, PKB kembali memenangkan kontestasi dengan perolehan suara sebesar 60 persen.
“Di 2015, PKB mendapatkan 57 persen. Kemudian di tahun 2020 kemarin, PKB mendapatkan 39 persen,” jelasnya.
Trend kemenangan PKB dalam Pilbup Sidoarjo yang selalu mengalami penurunan itu, menjadi peluang besar bagi partai politik (parpol) lainnya untuk merebut Pendopo Delta Wibawa yang selama 4 periode selalu dikuasai oleh parpol berlambang bola dunia tersebut.
“Pilkada Sidoarjo 2024 ini, merupakan kesempatan bagi parpol lain untuk merebut pendopo,” ucapnya.
Parpol lainnya juga harus jeli dalam memberikan rekom kepada Cabup-Cawabup Sidoarjo, jika ingin mengalahkan dominasi PKB yang selama 4 periode memenangkan Pilbup Sidoarjo. (mams)







