SIDOARJO (RadarJatim.id) – Tidak hanya menjadi tempat menjalani masa pidana, Lapas Kelas I Surabaya atau yang biasa dikenal dengan Lapas Porong Sidoarjo berubah menjadi ruang penuh kehangatan saat warga binaan dipertemukan dengan keluarganya untuk berbuka puasa bersama.
Momentum Ramadan ini dimanfaatkan jajaran pemasyarakatan untuk mempererat hubungan antara warga binaan, keluarga, masyarakat sekitar, hingga insan media.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur (Kakanwil Ditjenpas Jatim) Kadiyono mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah positif untuk membangun suasana yang lebih humanis di dalam lapas.
Menurutnya, mempertemukan warga binaan dengan keluarga pada waktu berbuka puasa memiliki makna yang sangat mendalam.
“Yang pertama, saya tadi menyaksikan kegiatan dibukanya kunjungan sore hari dari keluarga ke warga binaan. Itu merupakan kebijakan yang sangat baik dan bermanfaat,” kata Kadiyono, Jumat (13/3).
Ia menjelaskan, pertemuan tersebut menjadi momen penting bagi warga binaan yang selama ini harus menahan rindu terhadap keluarga dan suasana rumah.
“Bagaimanapun mempertemukan keluarga dengan warga binaan pada sore hari, dilanjutkan dengan buka puasa bersama, adalah momentum yang sangat baik. Mengingatkan kerinduan kepada rumah, kepada keluarga, bahkan terhadap masakan rumah,” ujarnya.
Kadiyono menilai, kebijakan tersebut tidak hanya berdampak secara emosional bagi warga binaan, tetapi juga berpengaruh terhadap stabilitas keamanan di dalam lapas.
“Kerinduan terhadap keluarga bisa terobati sehingga bisa menambah semangat untuk menjalankan sisa pidananya dan membuat situasi keamanan di lapas ini menjadi lebih baik,” jelasnya.
Selain mempertemukan keluarga dan warga binaan, kegiatan buka puasa bersama juga menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
Tak hanya buka bersama dengan masyarakat sekitar, Lapas Porong Sidoarjo juga menyerahkan bakti sosial (baksos) berupa sembako dan sayur mayur hasil kebun lapas .
“Kegiatan ini juga bentuk kepedulian pemasyarakatan kepada warga sekitar, terutama yang kurang mampu. Di bulan suci Ramadan ini saatnya kita menebar kebaikan,” katanya.
Ia menegaskan, keberadaan lapas tidak bisa dilepaskan dari dukungan masyarakat sekitar. Eksistensi lapas ini tanpa dukungan warga sekitar juga tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.
“Karena kita berada di tengah pemukiman penduduk,” ujarnya.
Kadiyono menambahkan, kegiatan serupa merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan Pemasyarakatan Jawa Timur yang tahun ini digelar di berbagai lapas dan rutan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Kegiatan Safari Ramadan Pemasyarakatan Jawa Timur tahun ini luar biasa. Hampir tiap lapas berkeinginan membangun sinergi melalui buka puasa bersama,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Surabaya Sohibur Rachman mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar sekaligus keluarga warga binaan.
“Alhamdulillah puji syukur, hari ini Lapas Kelas I Surabaya berkenan mendapatkan giliran untuk berbagi dan berbahagia bersama masyarakat sekitar wilayah Kecamatan Porong,” kata Sohibur.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menghadirkan konsep baru berupa kunjungan keluarga yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama warga binaan.
“Kegiatan ini juga termasuk seremoni yang baru, yaitu kunjungan dan buka bersama antara warga binaan dengan keluarganya,” ujarnya.
Menurut Sohibur, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemasyarakatan untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Ini kami lakukan atas arahan Kepala Kantor Wilayah agar pemasyarakatan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 30 keluarga dari lingkungan sekitar lapas turut diundang untuk berbuka puasa bersama.
“Bapak Ibu yang ada di lingkungan Porong yang sengaja hari ini kami undang ada sekitar 30 orang keluarga dari wilayah sekitar tembok lapas,” pungkasnya.
Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Sidoarjo Disri Wulan Agus Tomo dan penceramah KH Abdul Mutholib (Kyai Kera Sakti). (RJ/Red)






