SIDOARJO (Radarjatim.id) Bupati Sidoarjo sangat berharap kepada siswa lulusan SMA Negeri 4 Sidoarjo bisa memberikan kehidupan yang lebih baik. Karena mereka sebagai generasi emas untuk masa depan nanti. Oleh karena itu jangan minder dan jangan takut, teruslah bergerak, karena lulusan SMA bukan finish, tetapi masih banyak tantangan yang harus dilalui.
Itulah harapan Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali, S.IP usai menyaksikan wisuda atau Purnawidya Adhitama di SMA Negeri 4 Sidoarjo bersama istrinya, Ny. Sa’adah atau yang lebih dikenal dengan panggilan akrabnya Ning Shasa, yang didampingi Kepala SMAN 4 Sidoarjo Dr. Imam Jawahir, M.Pd pada (14/5/2022) tadi pagi.
Ia katakan, sekali lagi masih banyak proses yang harus dilalui, jangan patah semangat harumkan nama SMAN 4 Sidoarjo. “Lulusan di sini mempunyai potensi yang sangat besar. Juga mempunyai modal yang cukup besar, karena di tempat ini kita pernah ditempa menimba ilmu pengetahuan. Saya yakin secara kapasitas sangat mumpuni, tinggal menambah soft skill yang perlu diasah,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMAN 4 Sidoarjo Imam Jawahir juga menjelaskan kalau prosesi wisudawan ini merupakan bagian dari proses selama tiga tahun. Dalam tiga tahun belajar itu apa yang didapat, atau dibawa salah satunya adalah akhlak mulia. “Akhlak mulia inilah yang harus terus dilanjutkan, walaupun sudah lepas dari SMAN 4 Sidoarjo. Makanya saya berpesan, akhlak mulia itulah yang akan membawa dampak positif masa dapan mereka,” pesan Pak Imam_sapaan akrabnya.
Berikutnya adalah interaksi sosial mereka juga tidak boleh lemah. Terkadang mereka pintar di materi pelajaran, namun interaksi sosialnya lemah. Itu berarti akibat kurangnya pergaulan juga bisa membawa dampak negatif. “Makanya kita perlu bergaul dengan banyak teman, juga harus berkolaborasi. Namun saat ini kita bekerja sendiri, ngotot dengan kemampuan sendiri sepertinya tidak bisa. Karena jamannya sudah berbeda,” katanya.
Ia katakan yang lebih penting lagi, kita berharap sesama alumni harus saling menguatkan, terutama alumni SMAN 4 harus terbentuk suatu kolaborasi, suatu jaringan komunikasi yang kuat supaya nantinya saling memberikan informasi, saling memberi pengalaman dan pengetahuan. “Kondisi sekarang kita tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus saling menguatkan. Dan berjuang terus dari sisi keilmuan, itu adalah yang utama, karena lulus ini bukan terarti selesai belajarnya, tapi harus belajar, belajar dan belajar,” pesan Imam Jawahir.(mad)







