Sidoarjo (radarjatim.id) Pemerintah Desa (Pemdes) Jemirahan, Kecamatan Jabon menerapkan kawasan physical distancing untuk mencegah semakin mewabahnya virus Corona atau Covid-19, Jumat (03/04/2020).
Sebelum menerapkan kawasan physical distancing, Pemdes Jemirahan beserta Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Jabon melakukan penyemprotkan disinfektan 805 rumah warga sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di tingkat pedesaan.
Kepala Desa (Kades) Jemirahan, Khoiruth Tholab mengatakan bahwa physical distancing diberlakukan di setiap lingkungan merupakan salah satu upaya dari Pemdes Jemirahan untuk melakukan pencegahan ataupun antisipasi merebaknya Covid-19.
“Masyarakat yang keluar masuk disterilkan dibilik disinfektan. Tujuannya pencegahan maupun antisipasi barangkali ada yang berinteraksi langsung dengan orang yang positif terkena virus Corona atau keluarga dari luar Jemirahan,” katanya.
Diungkapkan oleh Kades Khoiruth Tholab bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi ke warga agar menjaga hubungan atau interaksi langsung dengan orang yang tidak dikenal dan disarankan lebih awal melakukan pengecekan kesehatan ke Puskesmas terdekat.
Ia juga mengungkapkan bahwa di Balai Desa Jemirahan telah disiapkan bilik disinfektan untuk menjaga kesehatan para perangkat dan warganya yang membutuhkan pelayanan.
Bahkan kedepan, pihaknya akan memasang bilik disinfektan disetiap akses pintu gang desa sebagaimana instruksi atau himbauan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terkait tanggap darurat.
“Pemerintah Desa Jemirahan berharap seluruh warga membatasi untuk keluar rumah, jika urusannya tidak penting,” ungkapnya.
Kepala Puskesmas Jabon, dr. Djoko Setijono mengaku sangat mengapresiasi upaya Pemdes Jemirahan terkait penerapan kawasan physical distancing didesanya sebagai upaya pencegahan merebaknya Covid-19.
Dijelaskan oleh dr. Djoko Setijono bahwa himbauan physical distancing ini harus dilakukan, karena virus Corona atau Covid-19 memiliki sifat meloncat-loncat.
“Makanya tidak boleh terlalu dekat,” jelasnya.
Ia juga menegaskan agar masyarakat tetap menggunakan masker, menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta kerap mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer setiap melakukan aktifitas.
“Karena siapa pun dapat tertular,” tegasnya. (mams)





