• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Jumat, 30 Januari 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Pemerintahan

Cetak Generasi Bergizi dengan Guru ‘Kurang Gizi’: BEM Pasuruan Raya Soroti Paradoks Gaji SPPG vs Guru Honorer

by Radar Jatim
26 Januari 2026
in Pemerintahan
0
Cetak Generasi Bergizi dengan Guru ‘Kurang Gizi’: BEM Pasuruan Raya Soroti Paradoks Gaji SPPG vs Guru Honorer
22
VIEWS

PASURUAN (RadarJatim.id) – Kebijakan pemerintah dalam mengakselerasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menuai sorotan tajam dari kalangan mahasiswa. Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Pasuruan Raya (BEMPAS Raya) menilai, kebijakan ini memicu polemik keadilan distributif yang serius, menciptakan jurang kesejahteraan yang menganga antara petugas SPPG yang baru direkrut dengan ribuan guru honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun.

Sekretaris Isu Pendidikan Aliansi BEMPAS Raya, Pres Bagus, menyebut situasi ini sebagai paradoks besar dalam tata kelola sumber daya manusia negara. Menurutnya, pemerintah dinilai menggelar “karpet merah” bagi pegawai inti SPPG —seperti Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan Akuntan— lewat Perpres No. 115 Tahun 2025. Para pegawai baru ini langsung mendapatkan keistimewaan status ASN PPPK dengan estimasi pendapatan total mencapai Rp 5 juta hingga Rp 6 juta per bulan.

“Kita sedang menyaksikan ironi di mana negara bergerak sangat cepat mengalokasikan anggaran jumbo untuk pos jabatan baru demi mengejar target politik. Namun, di saat yang sama, jutaan guru honorer yang mengurus kecerdasan bangsa justru dibiarkan berada di bawah garis kemiskinan. Kenaikan insentif guru honorer menjadi Rp 400.000 di tahun 2026 adalah angka yang menghina logika kesejahteraan jika dibandingkan dengan fasilitas pegawai gizi,” tegas Pres Bagus, Senin (26/1/2026).

Lebih lanjut, Pres Bagus mengingatkan, bahwa pendidikan nasional kini berada dalam fase kritis pascatenggat waktu regulasi kepegawaian. Mengacu pada mandat UU No. 20 Tahun 2023, status tenaga honorer resmi dihapus pada akhir tahun 2025. Situasi ini menempatkan guru honorer dalam ketidakpastian hukum yang akut.

Tanpa intervensi kebijakan yang sinkron pascapenghapusan status tersebut, Indonesia menghadapi ancaman badai PHK massal di sektor pendidikan yang sudah di depan mata. Ironisnya, pemerintah justru sibuk merekrut ribuan pegawai baru di sektor pelayanan gizi.

Atas dasar temuan dan desakan situasi tersebut, Aliansi BEM Pasuruan Raya menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, pemerintah didesak untuk menyelaraskan lini masa (timeline) pengangkatan PPPK sektor gizi dengan penuntasan sisa guru honorer (kategori P1, P2, dan P3) untuk meredam kecemburuan sosial. Selain itu, mahasiswa mendesak lahirnya regulasi yang menjamin upah guru tidak boleh di bawah standar minimum wilayah, terlepas dari status kepegawaiannya.

“Dan ketiga, BEMPAS Raya menuntut agar masa pengabdian guru honorer diakui sebagai poin afirmatif signifikan dalam seleksi ASN 2026 sebagai solusi atas penghapusan status honorer tahun lalu, tentunya dengan tetap menyertakan uji kompetensi berkala,” tulis tuntutan BEMPAS Raya.

Menutup paparan data tersebut, Pres Bagus menekankan, bahwa kesuksesan program gizi tidak bisa berdiri sendiri tanpa kesejahteraan pendidik.

“Investasi gizi pada anak-anak akan sia-sia jika di sekolah mereka diajar oleh guru yang sedang menahan lapar atau kurang gizi. Pemerintah tidak boleh pilih kasih; sejahterakan mereka yang memberi makan perut, muliakan juga mereka yang memberi makan jiwa melalui pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Umum Aliansi BEM Pasuruan Raya, M. Ubaidillah Abdi, menegaskan komitmen aliansi BEMPAS Raya untuk mengawal ketat isu ini hingga ke meja pemangku kebijakan. Ia memastikan, bahwa mahasiswa akan terus bersuara melalui jalur advokasi dan dialog kritis untuk memastikan aspirasi guru didengar.

“Kami pastikan Aliansi BEM Pasuruan Raya akan mengawal isu ini. Ini bukan sekadar soal angka gaji, tapi soal martabat pendidikan kita. Kami akan terus memantau respons pemerintah pusat maupun daerah, serta mendesak adanya transparansi dan keberpihakan anggaran. Jangan sampai ketimpangan ini dinormalisasi; kami akan terus menagih janji negara untuk memanusiakan guru lewat jalur-jalur konstitusional dan intelektual,” tegas Ubai memungkas. (red/rj2)

Tags: BEM Pasuruan RayaGenerasi BergiziGuru HonorerGuru Kurang GiziParadoks GajiSPPG

Related Posts

Dapur SPPG Kedua Polres Kediri Mulai Beroperasi

Dapur SPPG Kedua Polres Kediri Mulai Beroperasi

by Radar Jatim
27 Januari 2026
0

KEDIRI (RadarJatim.id) -- Kepolisian Resor...

Yayasan Nurul Karomah Resmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Blega

Yayasan Nurul Karomah Resmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Blega

by Radar Jatim
10 Desember 2025
0

BANGKALAN (RadarJatim.id) -- Yayasan Nurul...

SPPG Selogabus Tuban Pastikan Menu MBG di Kecamatan Parengan Sesuai Standar Teknis

SPPG Selogabus Tuban Pastikan Menu MBG di Kecamatan Parengan Sesuai Standar Teknis

by Radar Jatim
9 Desember 2025
0

TUBAN (Radarjatim.id) - Program Makan...

Load More
Next Post
Silaturahim ke MUI, Kapolres Baru Gresik AKBP Ramadhan Ajak Para Kiai Sebarkan Pesan Sejuk Kamtibmas

Silaturahim ke MUI, Kapolres Baru Gresik AKBP Ramadhan Ajak Para Kiai Sebarkan Pesan Sejuk Kamtibmas

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kampus yang Tak Lagi Dihuni Intelek: Mengapa Dosen Mencari Eksistensi Diri di Luar Kampus?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In