SURABAYA (Radarjatim.id) – DPC Central Kristen Indonesia (CKI) Surabaya bersama Biro Pendidikan DPD CKI Jawa Timur menggelar Expo Beasiswa bertepatan dengan HUT ke-1 CKI. Mengusung tema “Kebersamaan Peduli Masa Depan Generasi Muda”, merajut cita dan asa generasi muda melalui program beasiswa kuliah.

Dalam pelaksanaannya, CKI sinergi dengan delapan lembaga pendidikan. Yakni, SIIBT–ITCC (manca negara), Politeknik UBAYA, Yayasan Pendidikan Bina Anak IndONEsia Kompeten (YBAIK), Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Universitas Siber Asia, Institut Teknologi dan Bisnis Kristen Bukit Pengharapan, Universitas Kristen Petra Surabaya, serta Universitas Teknologi Surabaya.

Acara ini turut dihadiri Staff Menteri ATR/BPN, Ketua REI periode 2019–2024 Drs. Totok Lusida, Apt, Ketua DPC CKI Surabaya Dr. Ps. Paulus Darwin, S.H., dan Ketua DPD CKI Jawa Timur Pdt. Dr. Mikael Wasidi, S.Th., M.Pdk., serta ratusan peserta muda-mudi gereja se-Gerbangkertasusila. Dukungan hadir dari organisasi aras gereja PGPI, PGLII, serta ormas Kristen MUKI dan GAMKI.
Ketua DPC CKI Surabaya, Dr. Ps. Paulus Darwin, menyampaikan bahwa expo ini bertujuan menjembatani penyedia beasiswa dengan para pencari beasiswa atau orang tua calon mahasiswa.
“Banyak masyarakat memiliki keterbatasan finansial atau belum mengetahui program beasiswa yang cocok. Expo ini membantu mereka mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Aktivis Pendidikan sekaligus Kabiro Pendidikan CKI Jatim, Stephen Toni, S.T., M.M., menyoroti rendahnya tingkat literasi pendidikan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia, terutama pada jenjang S1.
“Saat ini hampir semua pekerjaan mensyaratkan minimal sarjana. Melalui program ini, kami berharap masyarakat dapat berkuliah dengan beasiswa atau biaya rendah. Jangan sampai mimpi mereka terkubur karena kendala finansial,” jelasnya.
Stephen menegaskan, CKI berperan sebagai mitra pemerintah dalam membantu mencerdaskan bangsa melalui penyampaian informasi pendidikan kepada masyarakat. Program ini masih tahap perdana dan untuk saat ini difokuskan di Jawa Timur.
Dukungan juga datang dari mitra sinergi, Daniel Sutrisna, Konsultan Yayasan Pendidikan Bina Anak IndONEsia Kompeten (YBAIK). Ia menilai expo ini membuka wawasan masyarakat mengenai kesempatan beasiswa luar negeri.
“Kami menyeleksi peserta dan menyediakan tempat magang bagi yang tidak mampu kuliah ke luar negeri. Kami juga mempersiapkan pendidikan dan mental mereka, khususnya dalam bahasa Mandarin dan bahasa lain,” tegasnya, saat hadir di NOLA Learning Center, Sungkono Avenue Lagoon, Surabaya.
Salah satu peserta, Vincent Juan Lotulung (14), siswa kelas 10 SMA IPIEMS, mengaku sangat antusias. “Saya ingin sekolah di luar negeri dan membahagiakan orang tua. Informasi dari gereja membuat saya semangat datang ke expo ini. Saya mulai mempersiapkan diri untuk kuliah setelah lulus SMA,” ungkapnya.
Melalui program ini, CKI berharap dapat terus menjadi mitra pemerintah dalam mencerdaskan bangsa dan memfasilitasi akses beasiswa. Ke depan, CKI menargetkan lebih banyak mitra bergabung untuk menjangkau skala yang lebih besar. (R9)






