KEDIRI (RadarJatim.id) – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, secara resmi mulai beroperasi, Selasa (6/1/2026). Dapur ini disiapkan sebagai fasilitas pendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak usia sekolah.
Pengelolaan dapur MBG Gedangsewu berada di bawah Yayasan Asta Bangun Drupadi. Pada tahap awal, dapur ini akan melayani 1.448 penerima manfaat yang berasal dari sekolah-sekolah di sekitar lokasi dapur.
Perwakilan Yayasan Asta Bangun Drupadi, Didik Susanto, mengatakan, operasional dapur MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga pada aspek keamanan pangan untuk mencegah risiko gangguan kesehatan.
“Yang paling kami perhatikan adalah kualitas bahan baku. Ini penting untuk mencegah kejadian luar biasa (KLB), terutama dari makanan,” ujar Didik, sebagaimana beredar di media sosial.
Menurut Didik, bahan pangan seperti sayuran, daging, dan buah memiliki risiko tinggi jika tidak dikelola dengan baik. Karena itu, proses pengadaan dilakukan secara selektif untuk memastikan bahan yang digunakan dalam kondisi layak dan aman dikonsumsi.
“Daging itu rentan dengan bakteri, begitu juga sayuran dan buah. Kalau kualitasnya tidak bagus, bisa cepat basi dan berbahaya,” kata dia.
Untuk menjamin kualitas olahan makanan, dapur MBG Gedangsewu melibatkan tenaga juru masak profesional. Seluruh proses memasak dilakukan oleh chef yang telah berpengalaman dan memiliki sertifikasi.
“Kami memakai chef yang sudah bersertifikat. Memasak itu bukan hanya soal rasa, tapi juga timing. Kalau waktunya tepat, makanan aman dan tidak mudah basi,” ujarnya.
Selain keamanan, variasi menu juga menjadi perhatian pengelola dapur. Didik menyebutkan, menu MBG dirancang agar tidak monoton, sehingga penerima manfaat, khususnya anak-anak, tidak merasa bosan.
“Menu kami variasikan setiap hari. Minimal dalam dua minggu, menu itu harus berbeda-beda supaya anak-anak tetap semangat,” kata Didik.
Program Makan Bergizi Gratis di dapur SPPG Gedangsewu menyasar anak-anak usia pendidikan dini hingga sekolah dasar. Sasaran penerima manfaat masih difokuskan pada sekolah-sekolah yang berlokasi dekat dengan dapur.
“Untuk awal ini, kami jangkau PAUD, SD, dan MI yang berada di sekitar Gedangsewu. Jumlahnya sekitar 1.448 penerima,” ujar Didik.
Selain makanan utama, program ini juga memasukkan pemberian susu sebagai bagian dari pemenuhan gizi. Susu diberikan secara berkala dalam sepekan, terutama pada menu tertentu.
“Minimal dua kali seminggu kami berikan susu. Khusus menu kering, itu wajib pakai susu. Selebihnya kami kombinasikan dengan buah,” katanya.
Dalam penyusunan menu, dapur MBG Gedangsewu juga mendapat pendampingan dari tenaga ahli gizi. Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan kandungan nutrisi dalam setiap porsi makanan sesuai dengan kebutuhan anak usia sekolah.
“Menu disusun dengan pendampingan ahli gizi, supaya gizinya tercukupi dan seimbang,” ujar Didik.
Dengan dimulainya operasional dapur SPPG Gedangsewu, program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berjalan berkelanjutan, serta menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan anak-anak di Kabupaten Kediri. (rul)







