SURABAYA (RadarJatim.id) Keunggulan daya elektoral besar Menteri BUMN Erick Thohir sebagai calon wakil presiden (cawapres) dinilai semakin menguatkan keterpilihan Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto. Imbasnya bahkan menguatkan keterpilihan Prabowo untuk Pilpres 2024.
Pengamat Politik Universitas Djuanda, Gotfridus Goris Seran menyampaikan, Erick Thohir punya daya elektoral kuat yang semakin menjadikannya layak diusung cawapres. Dampak positif tersebut mampu menambahk keterpilihan bagi Prabowo.
“(Erick Thohir) mempunyai kekuatan elektoral yang mampu mendongkrak naik capres untuk memenangkan Pilpres 2024,” kata Gotfidus.
Dia mengungkapkan, Anggota Kehormatan Banser NU ini kian terbuka untuk dapat diusung sebagai cawapres pada Pilpres mendatang. Sosoknya menjadi sangat diinginkan lantaran mempunya keunggulan elektoral secara signifikan.
Meski demikian, tambah dia, kelebihan Erick Thohir tidak sebatas mempunyai keunggulan secara elektoral. Ketua Umum PSSI ini merupakan figur dengan kepemimpinan yang sudah sangat teruji.
“Erick Thohir potensial menjadi Cawapres,” ujarnya.
Contohnya dapat dilihat dari keberhasilan menghadirkan transformasi besar di BUMN dengan meningkatkan labat pendapatan hingga Rp303,7 triliun pada 2022 lalu. Bukan hanya itu dividen BUMN kepada negara menyentuh angka Rp 80 triliun.
Diketahui Catatan survei Voxpol Center periode 24 Juli – 2 Agustus 2023 menunjukkan, nama Erick Thohir tempati posisi teratas pada simulasi tiga nama cawapres. Erick Thohir sukses mendapat angka sebesar 34,4 persen.
Capaian demikian sukses berada di atas kandidat lainnya seperti Agus Harimurti Yudhoyono dengan 30,3 persen serta juga Khofifah Indar Parawansa yang hanya mendapat 15,3 persen. (RJ01/RED)







