SIDOARJO (RadarJatim.id) – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Kabupaten Sidoarjo melakukan evaluasi terhadap proyek betonisasi ruas jalan Desa Tarik-Mliriprowo, Kecamatan Tarik yang telah disidak oleh Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo beberapa hari lalu.
Dwi Eko Saptono, Kepala Dinas PU BMSDA Kabupaten Sidoarjo mengatakan bahwa berdasar hasil evaluasi ada beberapa titik tanggul penahan tanah (TPT) disisi jalan beton yang tidak sesuai dengan spesifikasi.
“Karena itu, kami meminta kontraktor pelaksana untuk melakukan perbaikan sampai sesuai spesifikasi,” kata Dwi Eko Saptono, Selasa (29/08/2023).
Dijelaskan oleh Dwi Eko bahwa proyek pembangunan betonisasi jalan yang harus sesuai dengan spesifikasi itu tidak hanya di Kecamatan Tarik saja, namun berlaku pula bagi pembangunan ruas jalan yang lainnya.
Dinas PU BMSDA Kabupaten Sidoarjo akan rutin melakukan pengawasan terhadap proyek betonisasi ruas jalan tidak hanya di Tarik-Mliriprowo saja, namun semua proyek yang ada di Kabupaten Sidoarjo.
“Proyek betonisasi jalan di ruas Desa Tarik hingga Mliriprowo, kualitas betonnya sudah bagus. Sudah dites,” jelasnya.
Ia merasa optimistis bahwa pengerjaan betonisasi ruas jalan Tarik-Mliriprowo yang memiliki lebar 5 meter itu bisa selesai pada bulan Desember 2023 ini.
”Progresnya sudah 42 persen. Kami yakin akhir tahun nanti bisa selesai,” tegasnya.
Berdasarkan pantauan dilokasi proyek pembangunan betonisasi Tarik-Mliriprowo pada Senin (28/08/2023) lalu, terlihat seorang pekerja yang membawa godam (palu besar) sedang melakukan pembongkaran sebagian TPT disisi jalan.
Letaknya persis di lokasi yang disidak Komisi C DPRD Sidoarjo pada Rabu (25/8/2023) lalu. Saat itu Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, Anang Siswandoko menendang sedikit saja konstruksi TPT sudah ambrol.
Ambrolnya pasangan batu kali, semen, dan pasir itu diperkirakan kualitasnya yang sangat buruk, karena protolan dari campuran tersebut langsung hancur lebur ketika diremas dengan tangan.
Dibagian lain atau tepatnya diujung sisi jalan beton Desa Kedungbocok, terlihat TPT yang sudah dipelur dan diaci oleh pekerja. Warga sekitar mengatakan bahwa para pekerja melakukan pekerjaan itu setelah kegiatan sidak DPRD Sidoarjo.
Tender yang dimenangkan oleh PT Tjakrindo Mas-Gresik itu menghabiskan anggaran sebesar Rp 26,7 Milyar, merupakan proyek peningkatan jalan Tarik-Mliriprowo dengan konstruksi jalan beton, dengan mutu fs 4.5 Mpa dan U-ditch serta ada TPT. Panjang rencana jalan beton 5.689 meter dan rencana lebar 5 meter dengan waktu pelaksanaan selama 180 hari. (mams)







