BANYUWANGI – Lembaga Banyuwangi Coruption Watch (BCW) menemukan pengunaan anggaran yang diduga tidak jelas.
Hal itu diungkap dalam rapat dengar pendapat atau hearing oleh BCW dan Dinas Pendidikan di DPRD Banyuwangi
“Kami menemukan sejumlah anggaran tak jelas beberapa program di Dinas Pendidikan yang ditaksir mencapai Rp3,3 milyar di tahun 2025 yang diduga rawan diselewengkan yang didanai oleh APBD,” kata Ketua BCW Masruri.
Program di Dinas Pendidikan tersebut seperti Garda Ampuh yakni program bantuan sosial di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yang bertujuan untuk mengangkat kembali anak muda putus sekolah agar dapat kembali ke pendidikan formal maupun nonformal. Selain itu juga program uang saku siswa kurang mampu dan putus sekolah.
Masruri menyebut anggaran uang saku siswa kurang mampu tersebut sangat bervariasi. Per siswa mendapatkan Rp. 3-5 juta per tahun. Sedangkan siswa yang putus sekolah mendapatkan Rp.2,4 juta.
“Yang membuat bingung ini ada lansia berusia 68 tahun mendapatkan dana tersebut dan masuk data penerima. Namun ketika kami cek di lapangan yang bersangkutan tidak menerima dana itu,” tegas Masruri.
Untuk itu, pihaknya mendesak semua pihak menyelidiki dugaan penyelewengan tersebut. Pasalnya peristiwa ini tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu.
“Kami punya data lengkap soal masalah ini,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno menegaskan bahwa adanya data lansia masih mendapatkan anggaran dalam program tersebut dimungkinkan pihaknya sedang mengikuti program pendidikan kesetaraan.
“Mari kita saling adu data, mengkoreksi. Jika ada temuan itu maka kita verifikasi bersama-sama,” ucap Suratno.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi Patemo berharap masalah ini bisa diawasi dan disoroti bersama-sama. Mengingat temuan ini cukup membantu masyarakat di dunia pendidikan.
“Kami sepakat jika data temuan ini bisa diverifikasi bersama-sama. Karena penjelasan dari dinas pendidikan tadi sudah masuk ke rekening pribadi, tetapi masih ada yang disalahgunakan,” pungkasnya.







