SIDOARJO (RadarJatim.id) – Warga di Perumahan Citra Garden Cluster Orchard, Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, geger, Selasa (20/1) siang.
Seorang pria yang berprofesi sebagai driver taksi online (taksol), tiba-tiba terjatuh dan meninggal dunia saat hendak mengantar penumpangnya ke Bandara Internasional Juanda Sidoarjo untuk berangkat ibadah umrah.
Korban diketahui bernama Rocman Mariwindarto, 48, warga Krembangan, Surabaya. Ia meninggal dunia di depan rumah pemesan jasanya, di Desa Sidokepung, sekitar pukul 13.34.
Kapolsek Buduran Kompol Subadri menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat pada pukul 14.08 dan langsung mendatangi lokasi kejadian bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Sidoarjo.
“Kami menerima laporan adanya seorang laki-laki meninggal dunia secara mendadak di depan rumah warga. Petugas langsung ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal,” ujar Kompol Subadri, Selasa (20/1) kepada Radar Jatim.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban datang menggunakan mobil Toyota Innova Reborn hitam bernopol W 1170 ZG untuk menjemput penumpang yang akan berangkat umrah. Saat membantu memasukkan koper ke bagasi mobil, korban terlihat memegangi dadanya.
“Setelah memasukkan barang, korban sempat berdiri di belakang mobil sambil memegang dada, lalu berjalan ke samping kendaraan, duduk, dan tiba-tiba terjatuh telungkup,” jelasnya.
Peristiwa tersebut juga terekam kamera CCTV di rumah pemesan. Rekaman menunjukkan korban mulai memegang dada sekitar pukul 13.33 sebelum akhirnya tersungkur satu menit kemudian.
Dari hasil pemeriksaan luar jenazah, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga kuat meninggal akibat serangan jantung, mengingat riwayat penyakit yang dimilikinya.
“Tidak ditemukan luka kekerasan pada tubuh korban. Dari informasi keluarga, almarhum memiliki riwayat sakit jantung dan pernah menjalani pemasangan ring jantung,” terangnya.
Di dalam mobil korban, petugas juga menemukan sejumlah obat jantung, termasuk Farsorbid 5, serta barang pribadi seperti handphone dan uang tunai.
Jenazah korban sempat dibawa ke RSUD RT Notopuro Sidoarjo untuk dilakukan visum. Namun pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
“Pihak keluarga tidak bersedia dilakukan otopsi dan telah membuat surat pernyataan. Hasil pemeriksaan luar di rumah sakit juga memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan,” pungkasnya.
Diketahui, almarhum merupakan purnawirawan TNI AD dengan pangkat terakhir Kapten Infanteri dan baru memasuki masa pensiun pada Desember 2025. (RJ/Red)






