SURABAYA (RadarJatim.id) Kerja nyata Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa semakin terlihat di periode kedua kepemimpinannya. Buktinya, tidak kaleng-kaleng, pertumbuhan ekonomi Jatim pada kuartal pertama meningkat pesat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per 5 Mei, ekonomi Jatim tumbuh 5 persen year-on-year melampaui pertumbuhan nasional yang tercatat 4,87 persen. Lalu, di sektor investasi, Jatim mencatatkan realisasi sebesar Rp147,3 triliun pada 2024, naik 1,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Kemudian, kontribusi Jatim terhadap investasi nasional tercatat sebesar 8,6 persen.
Melihat hal tersebut, Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional, Adib Miftahul menyatakan, kebijakan Khofifah banyak membuahkan hasil positif. Menurutnya, kinerja positif tersebut hanya bisa dilakukan oleh pemimpin yang sudah berpengalaman.
“Banyak kebijakan yang Khofifah dorong menunjukkan tren yang positif, terutama dalam aspek pembangunan ekonomi dan fondasi-fondasi strategis pemerintahan,” kata Adib.
Tidak berhenti sampai di situ, Adib menilai, di periode kedua, Khofifah kian menunjukkan kepemimpinan progresif membangun Jatim. Karenanya, ia menilai Khofifah semakin tancap gas membawa Jatim lebih maju dan berprestasi.
“Menurut saya, kepemimpinan Khofifah di periode kedua di Jawa Timur menunjukkan arah yang dinamis dan progresif,” ujar Adib.
Seperti diketahui, selain capaian pertumbuhan ekonomi yang melampaui tingkat nasional, menurut data Badan Pusat Statistik, tidak sedikit sektor yang menyumbang kenaikan tertinggi. Seperti pertumbuhan tertinggi terjadi di lapangan usaha pengadaan listrik dan gas yang tumbuh sebesar 10,40 persen.
Sejalan dengan itu, pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim didominasi oleh industri pengolahan sebesar 31,42 persen. Kemudian, perdagangan 18,70 persen, pertanian 10,22 persen, konstruksi 8,49 persen dan akomodasi makanan minuman 6,24 persen. (RJ1/RED)







